Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, meminta pemerintah daerah untuk lebih cerdas dalam menyikapi pengurangan anggaran tersebut melalui peningkatan efisiensi dan optimalisasi sumber pemasukan asli daerah.
Dalam rapat pembahasan anggaran, Syarifatul menekankan pentingnya mencari solusi yang tidak hanya bergantung pada bantuan provinsi. Menurutnya, daerah harus aktif menggali potensi pemasukan.
“Daerah-daerah yang terkait dengan adanya pemotongan TKD ini harus tetap berupaya untuk bagaimana meningkatkan sumber pendapatan asli daerah yang lain,” tegasnya, Senin (17/11/2025).
Ia menilai bahwa selama ini masih banyak pemborosan anggaran yang bisa ditekan. Mulai dari kegiatan seremonial hingga pengadaan alat tulis kantor yang dianggap tidak terlalu mendesak.
“Harus melakukan efisiensi untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial atau aksesoris ATK dan lain sebagainya itu,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung pentingnya inovasi baru dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah. “Inovasi hal-hal yang baru itu penting untuk mendongkrak PAD,” jelasnya.
Menurutnya, daerah tidak boleh stagnan dan hanya mengandalkan satu sumber pemasukan. Syarifatul mengingatkan bahwa penurunan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pelayanan publik.
Pemerintah daerah justru harus lebih kreatif agar kegiatan pembangunan tetap berjalan. Ia menegaskan bahwa keberanian mengambil langkah efisien merupakan bagian dari kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Ia juga meminta agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan evaluasi internal terkait program-program yang tidak efektif.
Anggaran harus dialihkan hanya pada kegiatan prioritas. Dengan begitu, pemotongan TKD tidak akan berdampak signifikan pada jalannya pemerintahan.
Menurut Syarifatul, bila efisiensi dan optimalisasi PAD dilakukan bersamaan, maka daerah tetap dapat menjalankan pembangunan tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat di sektor-sektor strategis.(Adv/DPRDKaltim)
Editor : Uways Alqadrie