Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kemenag Akan Gelar Perayaan Natal Bersama Pertama dalam Sejarah pada 20 Desember 2025

Ari Arief • Rabu, 26 November 2025 | 06:00 WIB

LAWATAN: Dalam lawatannya ke Jakarta, Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal pada 5 September 2024 dan mengadakan pertemuan antar iman bersama Imam Besar Masjid tersebut, Nasaruddin Umar.
LAWATAN: Dalam lawatannya ke Jakarta, Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal pada 5 September 2024 dan mengadakan pertemuan antar iman bersama Imam Besar Masjid tersebut, Nasaruddin Umar.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia akan mencatatkan sejarah baru dengan menyelenggarakan perayaan Natal bersama tingkat kementerian untuk pertama kalinya pada tanggal 20 Desember 2025.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan komitmen Kemenag untuk memperkokoh kerukunan dan merawat kebinekaan bangsa.

"Inilah yang wajib kita jaga. Saya selalu mengatakan, Indonesia adalah lukisan terindah di muka bumi ini. Jangan sampai ada yang berani merusak lukisan Tuhan," tegas Nasaruddin saat memberi sambutan dalam acara “Sea Light: Christmas, Loving God, Harmony and Humanity Together” yang diselenggarakan bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Minggu (23/11).

Nasaruddin menuturkan, selama ini perayaan Natal di lingkungan instansi pemerintah umumnya bersifat sektoral, hanya diselenggarakan oleh internal umat Kristiani dan Katolik. Namun, Kemenag sebagai lembaga negara secara kelembagaan belum pernah memfasilitasi perayaan Natal bersama.

Baca Juga: Transformasi Digital Kemenag PPU, PPPK Tahap II Terima Sosialisasi E-Kinerja dan Buku Rekening BSI

"Masa kementerian lain mengadakan Natal bersama, Kementerian Agama tidak? Selama ini ada Natal Kristen, ada Natal Katolik, tapi Natal Kementerian Agama-nya belum ada. Nah, tahun ini kita akan menciptakan sejarah di Kementerian Agama," ungkap Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi simbol bahwa Kemenag adalah "rumah besar" bagi seluruh pemeluk agama di Indonesia, sekaligus menjadi teladan dalam menguatkan semangat toleransi lintas iman.

Kerukunan Kunci Kemajuan Bangsa

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan prasyarat mutlak bagi kemajuan dan stabilitas negara. Ia mencontohkan banyak negara yang kaya sumber daya namun gagal menikmati kemakmuran karena dilanda konflik internal. "Tanpa adanya kerukunan, semua kekayaan itu tidak akan berarti," tandasnya.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Paus Fransiskus di Vatikan, Menag Nasaruddin Kenang Kisah Persahabatannya

Menag bersyukur Indonesia masih diakui sebagai salah satu negara paling damai di dunia, pencapaian yang tidak lepas dari peran penting Kementerian Agama dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

"Kata kunci untuk merukunkan bangsa ini ada di Kementerian Agama. Oleh karena itu, saya betul-betul memohon agar kita di Kemenag harus solid dan kompak," tegasnya.

Nasaruddin juga menggarisbawahi bahwa penyelenggaraan Natal bersama ini bukan bertujuan untuk menyeragamkan keyakinan, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan dukungan kuat terhadap semangat toleransi serta kebersamaan.

"Definisi toleransi sudah jelas. Selama kita konsisten menjalaninya, tidak akan ada masalah. Semua agama menghalalkan toleransi, tidak ada agama yang menolak kebaikan," ujarnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#nasaruddin umar #natal #kemenag ri #kristen