Upacara yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa pagi (25/11) ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan daerah, termasuk perwakilan DPRD Kaltim. Salah satu yang hadir adalah Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim M Darlis Pattalongi, mewakili pimpinan DPRD dalam agenda tahunan tersebut.
Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, tetapi juga sebagai penegasan komitmen legislatif untuk terus memperkuat fondasi pendidikan di provinsi ini.
Dalam upacara yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, peserta yang terdiri dari para guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, perwakilan organisasi profesi, serta pelajar dari berbagai sekolah, tampak memenuhi area halaman kantor gubernur.
Mereka hadir dengan penuh kebanggaan, mengenakan seragam khas atau pakaian daerah yang menambah suasana upacara semakin semarak.
Meski cuaca pagi itu cukup terik, antusiasme peserta tidak surut. Terlihat pula banyak rangkaian kegiatan yang digelar, mulai dari penghormatan kepada jasa para guru, pembacaan naskah sambutan Menteri Pendidikan, hingga pemberian apresiasi kepada sejumlah pendidik berprestasi.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim memandang bahwa peringatan Hari Guru Nasional bukanlah sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang refleksi bersama untuk menilai kembali sejauh mana kualitas pendidikan daerah telah berkembang, serta apa saja tantangan yang masih perlu diselesaikan.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa peran guru dalam membentuk karakter dan kecakapan generasi muda tidak dapat tergantikan oleh apa pun—baik teknologi, sistem pembelajaran terbaru, maupun perubahan zaman yang begitu cepat.
Menurutnya, guru tetap menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, tangguh, dan berakhlak.
Ia mengungkapkan bahwa pendidikan di Kalimantan Timur saat ini menghadapi sejumlah persoalan strategis, khususnya terkait pemerataan tenaga pendidik. Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, masih ada ribuan kebutuhan guru SMA, SMK, dan SLB yang belum terpenuhi.
Kekurangan tenaga pendidik ini berdampak pada beban kerja guru yang ada, kualitas pembelajaran di beberapa sekolah, serta ketimpangan pelayanan pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah pinggiran.
Menurutnya, salah satu langkah fundamental yang harus segera dilakukan adalah pemetaan kebutuhan guru secara akurat dan menyeluruh. Pemetaan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi riil tiap sekolah, baik terkait jumlah guru, distribusi mata pelajaran, beban kerja, hingga proyeksi kebutuhan beberapa tahun mendatang.
Tanpa data yang kuat dan terstruktur, pengisian formasi guru akan sulit direncanakan secara efektif, terlebih setelah kewenangan perekrutan ASN P3K dan CPNS kini semakin menuntut kecermatan daerah dalam mengusulkan formasi.
Ia menegaskan bahwa DPRD melalui Komisi IV siap mendukung upaya pemerintah provinsi untuk mempercepat pemetaan kebutuhan tersebut, termasuk dalam pembahasan anggaran dan penguatan regulasi jika diperlukan.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau sarana prasarana, tetapi salah satu faktor paling mendasar tetap ada pada jumlah guru yang memadai dan memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Karena itulah, penguatan tenaga pendidik menjadi isu prioritas yang harus diselesaikan bersama.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung isu pemerataan pendidikan di Kalimantan Timur. Sebagai provinsi yang memiliki wilayah luas dan karakter geografis yang beragam.
Akses pendidikan di beberapa daerah masih dihadapkan pada tantangan sulit—mulai dari keterbatasan transportasi, jaringan komunikasi, hingga ketersediaan infrastruktur sekolah.
Di beberapa wilayah bahkan ditemukan sekolah yang hanya memiliki sedikit guru dan harus mengajar banyak mata pelajaran di luar bidang keahlian mereka.
Kondisi ini, menurutnya, memerlukan perhatian serius agar kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah tidak semakin melebar.
Peringatan Hari Guru Nasional, lanjutnya, harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi antara seluruh pemangku kebijakan pendidikan.
Tidak hanya antara pemerintah daerah dan DPRD, tetapi juga dengan kepala sekolah, organisasi profesi guru, orang tua, serta elemen masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.
Dunia pendidikan tidak dapat berjalan sendiri, dan guru tidak dapat memikul tanggung jawab perubahan ini tanpa dukungan penuh dari berbagai pihak.
Saat berbicara mengenai peran guru, ia juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi harus menjadi agenda yang berkesinambungan.
Pendidikan era digital yang semakin berkembang menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi, baik dalam metode pembelajaran, penggunaan teknologi, maupun pemahaman karakter peserta didik yang saat ini berasal dari generasi digital native.
Baca Juga: Ketua DPRD Kaltim: Perjuangan Terkait DBH Bukan Urusan Sederhana, Masih Tunggu Langkah APPSI
Oleh karena itu, ia mendorong agar pelatihan, workshop, serta peningkatan kapasitas guru terus dilakukan secara rutin dan merata.
Tak hanya itu, isu kesejahteraan guru juga mendapat perhatian penting. Menurutnya, peningkatan profesionalisme guru harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak, terutama bagi para guru honorer yang saat ini masih berjuang mendapatkan konversi status menjadi tenaga ASN melalui skema P3K.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kaltim berkomitmen mendukung regulasi dan anggaran yang berpihak kepada kesejahteraan guru, karena tenaga pendidik yang sejahtera akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas.
Upacara HGN 2025 itu sendiri berjalan dengan lancar dan penuh haru. Beberapa momen, seperti pembacaan puisi untuk guru dan penampilan siswa yang menggambarkan perjalanan seorang pendidik, terlihat menyentuh para peserta yang hadir.
Banyak guru yang terlihat terharu, mengingat kembali perjalanan panjang mereka dalam membimbing siswa dari berbagai generasi. Suasana kebersamaan dan penghormatan kepada jasa guru menjadi warna utama dalam kegiatan tersebut.
Setelah upacara berakhir, beberapa tamu undangan menyempatkan diri bersalaman dengan para guru dan peserta lainnya, sembari menyampaikan ucapan selamat Hari Guru.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim juga tampak berdialog dengan beberapa tokoh pendidikan mengenai isu-isu terkini, termasuk kebutuhan sekolah-sekolah di daerah tertentu, program digitalisasi sekolah, serta harapan terhadap kualitas pendidikan Kaltim ke depan.
Ia menegaskan kembali bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat ditunda. Kalimantan Timur saat ini berada pada masa transformasi besar-besaran sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Perubahan ini tentu membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang kuat, adaptif, dan berkarakter.
Guru berada pada garda terdepan dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan tersebut. Karena itu, dukungan terhadap guru harus semakin diperkuat, baik dalam bentuk kebijakan, anggaran, maupun program pembinaan.
Dalam pernyataannya, ia menyerukan agar peringatan Hari Guru Nasional ini menjadi energi baru dalam evaluasi dan pembenahan dunia pendidikan, bukan hanya sebatas seremoni tahunan.
Ia mengajak semua pihak untuk melihat kembali persoalan-persoalan mendasar yang harus diselesaikan, mulai dari kekurangan guru, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurutnya, pendidikan yang matang dan berkualitas adalah fondasi utama menuju masa depan Kalimantan Timur yang lebih maju. (Sen)
Editor : Uways Alqadrie