Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sambal Manday ITK Guncang Magelang, Sabet Juara di KMI Expo 2025

Nasya Rahaya • Rabu, 26 November 2025 | 20:16 WIB

Mahasiswa ITK dari Tim SANDAY berpose bersama dosen pendamping usai menerima penghargaan di KMI Expo XVI 2025. Produk Sambal Manday sukses menembus persaingan 4.114 tim dari 649 perguruan tinggi.
Mahasiswa ITK dari Tim SANDAY berpose bersama dosen pendamping usai menerima penghargaan di KMI Expo XVI 2025. Produk Sambal Manday sukses menembus persaingan 4.114 tim dari 649 perguruan tinggi.

SAMARINDA—Inovasi kuliner khas Kaltim kembali unjuk gigi di panggung nasional. Tim SANDAY Institut Teknologi Kalimantan (ITK) membawa “SANDAY” yang merupakan singkatan dari sambal manday ke ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 di Universitas Tidar Magelang, 17–23 November, dan sukses mencuri perhatian pengunjung maupun dewan juri.

Produk sambal berbahan kulit cempedak ini tampil sebagai ikon kuliner daerah yang berhasil naik kelas. Mengusung konsep “limbah jadi rupiah”, tim SANDAY mengolah manday yang selama ini lebih dikenal sebagai makanan tradisional rumahan menjadi produk modern dengan nilai jual tinggi.

Inovasi itu diracik oleh tim mahasiswa lintas jurusan yang dikomando Martino Ody Christianto (Teknik Perkapalan). Ia didampingi Sapna Adinda Putri (Teknologi Pangan) sebagai penanggung jawab produksi, Salma Hayek Safira (DKV) untuk pemasaran, serta Arya Andhika Putra dan Ahmad Ashraf sebagai pengelola logistik dan keuangan.

Peran pendampingan dosen juga berpengaruh, Chris Jeremy Verian Sitorus, serta tim Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) ITK yang dipimpin Muhammad Ikhsan Alif memberikan bimbingan intensif mulai strategi bisnis hingga pengembangan produk. “Semoga ini menginspirasi mahasiswa lain. Setiap tahun harus muncul entrepreneur muda baru dari ITK,” ujar Chris Sitorus.

Kerja keras itu terbayar manis. Sambal Manday membawa pulang Juara Harapan 3 kategori Makanan dan Minuman pada Tahapan Bisnis Bertumbuh, menyisihkan 4.114 tim dari 649 perguruan tinggi se-Indonesia. Tim SANDAY optimistis capaian ini dapat mengharumkan nama almamater sekaligus membuka peluang komersialisasi lebih luas untuk kuliner khas Bumi Etam. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#institut teknologi kalimantan