Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Aset dan DPK Perbankan Melemah, OJK: Kinerjanya Belum Kembali seperti Periode Sebelumnya  

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 28 November 2025 | 11:59 WIB
Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman
Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Kinerja perbankan di Kalimantan Timur dan Utara (Kaltim–Kaltara) pada September 2025 belum kembali ke posisi ideal. Dua indikator utama, aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK), melemah dibandingkan periode sebelumnya.

OJK menilai kondisi ini sebagai tantangan baru bagi likuiditas bank. Dikatakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara Parjiman, pergerakan dua indikator itu perlu diwaspadai. “Aset dan DPK ini negatif dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya.

Hingga September, aset perbankan berada di angka Rp 182 triliun, sedangkan DPK mencapai Rp 164 triliun. Meski demikian, penyaluran kredit masih tumbuh di beberapa sektor.

Kredit lokasi bank masih didominasi rumah tangga, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta perdagangan besar dan eceran. Struktur itu mencerminkan konsumsi masyarakat tetap menjadi pendorong utama.

Untuk kredit lokasi proyek, alokasi terbesar tetap berada pada investasi jangka panjang. Setelah investasi, dana mengalir ke modal kerja dan konsumsi. Polanya memperlihatkan pelaku usaha bersikap konservatif di tengah perlambatan ekonomi.

Dengan proyeksi pertumbuhan kredit nasional di kisaran 8-12 persen, dia menyebut perbankan daerah harus mempercepat langkah. Dia berharap percepatan penyaluran kredit dapat menutup pelemahan penghimpunan dana.

Menjelang akhir tahun, dia optimistis pergerakan akan lebih cepat. “Harapannya di sisa satu bulan ini bisa digenjot,” tegas pria yang disapa Jimmy itu. Menurut OJK, penguatan pada sisi DPK sangat penting agar ruang ekspansi kredit tetap terjaga pada periode mendatang.

 

Editor : Sukri Sikki
#Parjiman #otoritas jasa keuangan (ojk) #kaltim-kaltara #perbankan