Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Update Sore Ini: 174 Warga Aceh–Sumut–Sumbar Tewas Akibat Bencana Alam: Ini Data Lengkapnya

Uways Alqadrie • Jumat, 28 November 2025 | 19:39 WIB

Banjir besar merendam permukiman warga di Aceh, membuat sejumlah rumah terendam hingga setengah bangunan. (FOTO: IST)
Banjir besar merendam permukiman warga di Aceh, membuat sejumlah rumah terendam hingga setengah bangunan. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data mengenai rangkaian bencana alam yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepanjang pekan ini.

Laporan terkini yang dihimpun hingga Jumat petang, 28 November 2025, menunjukkan skala kerusakan yang jauh lebih besar dibanding laporan awal. Total 174 orang dilaporkan meninggal, sementara 79 warga masih belum ditemukan.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menjelaskan, data tersebut merupakan hasil penyisiran tim gabungan di berbagai titik bencana. Kondisi lapangan yang dinamis membuat catatan korban terus berubah. “Ini data sementara. Kami masih mendata dan memverifikasi laporan baru yang masuk,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari Kantor BNPB.

Aceh: Desa-Desa Terisolasi dan Pencarian yang Belum Usai

Aceh menjadi wilayah pertama yang dilaporkan mengalami dampak signifikan. BNPB mencatat 35 warga meninggal dan 25 orang belum ditemukan. Puluhan lainnya mengalami luka-luka. 

Beberapa desa di Nagan Raya dan Aceh Barat sempat terisolasi akibat tingginya genangan banjir dan akses jalan yang tertutup material longsor. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena sebagian wilayah tidak bisa dijangkau kendaraan.

Sumatera Barat: Titik-Titik Kritis di Empat Kabupaten/Kota

Di Sumatera Barat, bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah daerah sekaligus. Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, dan Kota Padang masuk dalam kategori wilayah paling terdampak. BNPB melaporkan 23 orang tewas, 12 orang hilang, serta ribuan keluarga harus mengungsi atau kehilangan tempat tinggal.

Menurut Suharyanto, tim SAR mengerahkan alat berat untuk membuka jalur yang tertutup material vulkanik dan tanah longsor. “Jumlah pengungsi bergerak naik. Banyak warga yang harus dievakuasi karena permukiman mereka tidak lagi aman dari susulan banjir,” ujarnya.

Sumatera Utara: Korban Tertinggi, Pencarian Masih Masif

Sumatera Utara menjadi provinsi dengan korban terbanyak. 116 orang ditemukan meninggal, sedangkan 42 warga masih dalam pencarian. Beberapa daerah di Mandailing Natal dan Deli Serdang mengalami kerusakan terparah, termasuk jembatan yang terputus dan permukiman yang hanyut terseret arus sungai.

Tim SAR gabungan terus menyusuri aliran sungai, area persawahan, hingga permukiman yang rata dengan tanah. Cuaca yang tak menentu membuat pencarian kerap dihentikan sementara.

Baca Juga: Daftar Nama 22 Korban Banjir Bandang Sumatera Barat: 20 Sudah Teridentifikasi, 2 Masih Dicocokkan

Data Bisa Bertambah

BNPB menegaskan bahwa angka tersebut masih mungkin berubah karena sejumlah laporan dari daerah belum masuk secara lengkap. Proses identifikasi korban juga memerlukan waktu mengingat beberapa wilayah masih terisolasi dan membutuhkan peralatan tambahan.

Pemerintah pusat, kata Suharyanto, telah mempercepat distribusi logistik, mulai dari tenda, makanan siap saji, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar lainnya. “Prioritas kami adalah pencarian korban, pemulihan akses, dan penanganan pengungsi,” ucapnya.

Data Korban Jiwa Meninggal per Provinsi

Aceh: 35 orang

Sumatera Barat: 23 orang

Sumatera Utara: 116 orang

Total: 174 orang meninggal

 

Editor : Uways Alqadrie
#Banjir di Sumatera Barat #banjir di aceh #sumatera barat #Banjir bandang di Sumatera Utara #bnpb