Laporan terkini yang dihimpun hingga Jumat petang, 28 November 2025, menunjukkan skala kerusakan yang jauh lebih besar dibanding laporan awal. Total 174 orang dilaporkan meninggal, sementara 79 warga masih belum ditemukan.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto menjelaskan, data tersebut merupakan hasil penyisiran tim gabungan di berbagai titik bencana. Kondisi lapangan yang dinamis membuat catatan korban terus berubah. “Ini data sementara. Kami masih mendata dan memverifikasi laporan baru yang masuk,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari Kantor BNPB.
Aceh: Desa-Desa Terisolasi dan Pencarian yang Belum Usai
Aceh menjadi wilayah pertama yang dilaporkan mengalami dampak signifikan. BNPB mencatat 35 warga meninggal dan 25 orang belum ditemukan. Puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Beberapa desa di Nagan Raya dan Aceh Barat sempat terisolasi akibat tingginya genangan banjir dan akses jalan yang tertutup material longsor. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena sebagian wilayah tidak bisa dijangkau kendaraan.
Sumatera Barat: Titik-Titik Kritis di Empat Kabupaten/Kota
Di Sumatera Barat, bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah daerah sekaligus. Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, dan Kota Padang masuk dalam kategori wilayah paling terdampak. BNPB melaporkan 23 orang tewas, 12 orang hilang, serta ribuan keluarga harus mengungsi atau kehilangan tempat tinggal.
Menurut Suharyanto, tim SAR mengerahkan alat berat untuk membuka jalur yang tertutup material vulkanik dan tanah longsor. “Jumlah pengungsi bergerak naik. Banyak warga yang harus dievakuasi karena permukiman mereka tidak lagi aman dari susulan banjir,” ujarnya.
Sumatera Utara: Korban Tertinggi, Pencarian Masih Masif
Sumatera Utara menjadi provinsi dengan korban terbanyak. 116 orang ditemukan meninggal, sedangkan 42 warga masih dalam pencarian. Beberapa daerah di Mandailing Natal dan Deli Serdang mengalami kerusakan terparah, termasuk jembatan yang terputus dan permukiman yang hanyut terseret arus sungai.
Tim SAR gabungan terus menyusuri aliran sungai, area persawahan, hingga permukiman yang rata dengan tanah. Cuaca yang tak menentu membuat pencarian kerap dihentikan sementara.
Baca Juga: Daftar Nama 22 Korban Banjir Bandang Sumatera Barat: 20 Sudah Teridentifikasi, 2 Masih Dicocokkan
Data Bisa Bertambah
BNPB menegaskan bahwa angka tersebut masih mungkin berubah karena sejumlah laporan dari daerah belum masuk secara lengkap. Proses identifikasi korban juga memerlukan waktu mengingat beberapa wilayah masih terisolasi dan membutuhkan peralatan tambahan.
Pemerintah pusat, kata Suharyanto, telah mempercepat distribusi logistik, mulai dari tenda, makanan siap saji, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar lainnya. “Prioritas kami adalah pencarian korban, pemulihan akses, dan penanganan pengungsi,” ucapnya.
Data Korban Jiwa Meninggal per Provinsi
Aceh: 35 orang
Sumatera Barat: 23 orang
Sumatera Utara: 116 orang
Total: 174 orang meninggal
Editor : Uways Alqadrie