Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan korban tersebar di lima kecamatan yang terdampak paling parah. “Pendataan masih bergerak. Identifikasi sejumlah korban juga belum selesai,” ujarnya di Lubuk Basung.
Sebaran Korban per Wilayah
Di Kecamatan Malalak, banjir bandang yang menerjang Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, merenggut 10 nyawa. Mereka antara lain Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.
Sementara itu, Kecamatan Tanjung Raya mencatat empat korban longsor di Ariki, Nagari Dalko: Safarudin, Emninar, Hafizah, dan Sumardi. Dua jenazah lainnya masih belum dikenali.
Di Kecamatan Matur, satu korban bernama Rajibah ditemukan di area longsor Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak. Adapun di Palupuh, seorang warga bernama Muhammad Daud dilaporkan meninggal.
Wilayah dengan korban terbanyak adalah Kecamatan Palembayan. Bencana banjir bandang di sana menewaskan 55 orang yang tersebar di beberapa jorong.
Jorong Koto Alam: 22 korban
Jorong Sumbarang: 17 korban
Kampuang Tangah: 7 korban
Kampuang Tangah Timur: 9 korban
Sebanyak 12 jenazah di Salareh Aia hingga kini belum teridentifikasi.
78 Warga Masih Hilang
BPBD menyebut masih ada 78 orang yang belum ditemukan. Mereka terdiri atas lima warga Malalak Timur, sejumlah warga yang tertimbun di Tanjung Raya, serta 69 orang dari Salareh Aia, Palembayan.
Upaya pencarian dilanjutkan Minggu pagi dengan melibatkan BPBD, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II, Polri, Damkar, Satpol PP, Dinas Sosial, PMI, KSB, serta pemerintah kecamatan dan nagari.
“Distribusi makanan untuk warga yang terisolir juga mulai digencarkan,” kata Rahmat.
Editor : Uways Alqadrie