Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Korban Banjir Bandang Agam Sumatera Barat Tembus 85 Jiwa, 78 Warga Masih Hilang

Uways Alqadrie • Minggu, 30 November 2025 | 07:07 WIB

Tim gabungan menyusuri aliran sungai yang membawa material banjir bandang di Agam, Sumatera Barat. Bencana ini menelan 85 korban jiwa dan puluhan warga masih hilang.
Tim gabungan menyusuri aliran sungai yang membawa material banjir bandang di Agam, Sumatera Barat. Bencana ini menelan 85 korban jiwa dan puluhan warga masih hilang.
KALTIMPOST.ID, AGAM — Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat 85 orang tewas hingga Sabtu malam, 29 November 2025, pukul 20.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan korban tersebar di lima kecamatan yang terdampak paling parah. “Pendataan masih bergerak. Identifikasi sejumlah korban juga belum selesai,” ujarnya di Lubuk Basung.

Sebaran Korban per Wilayah

Di Kecamatan Malalak, banjir bandang yang menerjang Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, merenggut 10 nyawa. Mereka antara lain Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.

Sementara itu, Kecamatan Tanjung Raya mencatat empat korban longsor di Ariki, Nagari Dalko: Safarudin, Emninar, Hafizah, dan Sumardi. Dua jenazah lainnya masih belum dikenali.

Di Kecamatan Matur, satu korban bernama Rajibah ditemukan di area longsor Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak. Adapun di Palupuh, seorang warga bernama Muhammad Daud dilaporkan meninggal.

Wilayah dengan korban terbanyak adalah Kecamatan Palembayan. Bencana banjir bandang di sana menewaskan 55 orang yang tersebar di beberapa jorong.

Jorong Koto Alam: 22 korban

Jorong Sumbarang: 17 korban

Kampuang Tangah: 7 korban

Kampuang Tangah Timur: 9 korban

Sebanyak 12 jenazah di Salareh Aia hingga kini belum teridentifikasi.

78 Warga Masih Hilang

BPBD menyebut masih ada 78 orang yang belum ditemukan. Mereka terdiri atas lima warga Malalak Timur, sejumlah warga yang tertimbun di Tanjung Raya, serta 69 orang dari Salareh Aia, Palembayan.

Upaya pencarian dilanjutkan Minggu pagi dengan melibatkan BPBD, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II, Polri, Damkar, Satpol PP, Dinas Sosial, PMI, KSB, serta pemerintah kecamatan dan nagari.

“Distribusi makanan untuk warga yang terisolir juga mulai digencarkan,” kata Rahmat.

 

Editor : Uways Alqadrie
#banjir bandang aceh #banjir bandang Sumatera Barat #banjir bandang Sumatera Utara