KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kerugian materiil akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang telah diestimasikan. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan bahwa infrastruktur yang rusak akibat banjir sangat banyak, selain adanya kerugian non-materiil seperti korban jiwa.
"Cukup banyak infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi ini. Tidak saja infrastruktur tetapi juga korban jiwa dan lainnya," ungkap Fadly di Padang, Minggu (30/11/2025).
Menurut keterangan, kerusakan infrastruktur yang menimbulkan kerugian paling besar adalah terputusnya Jembatan Gunung Nago. Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubuk Kilangan, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 45 miliar.
Selain itu, kerugian signifikan lainnya dialami oleh Jembatan Kalawi Limau Manis, yang diperkirakan menelan biaya perbaikan hingga Rp 35 miliar.
Total Kerusakan Jembatan dan Fasilitas Umum
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Agam Sumatera Barat Tembus 85 Jiwa, 78 Warga Masih Hilang
Secara keseluruhan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa total ada enam jembatan yang terdampak. Empat di antaranya dilaporkan putus total, sementara dua lainnya mengalami kerusakan parah.
Total kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan pada enam jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp 127 miliar.
Selain jembatan, kerusakan fasilitas umum lainnya juga cukup luas. Berbagai bendungan dan intake mengalami kerusakan berat, diikuti oleh sejumlah ruas jalan dan tebing yang longsor akibat intensitas hujan tinggi. "Jalan di Batu Busuk bahkan putus total," tegas Hendri.
Sarana pelayanan publik PDAM juga tidak luput dari imbas bencana, dengan sepuluh intake yang rusak parah. Kerusakan ini termasuk putusnya pipa distribusi utama dan terendamnya pompa air baku.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus bekerja untuk mengumpulkan data lengkap dan final mengenai seluruh total kerugian yang ditimbulkan oleh bencana hidrometeorologi di Kota Padang.(*)
Editor : Uways Alqadrie