Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kedutaan Besar Rusia di Jakarta pada Minggu (30/11/2025), Putin menyatakan harapan agar kondisi di Sumatera dapat segera pulih.
"Terimalah ucapan belasungkawa yang mendalam terkait jatuhnya banyak korban serta jiwa kerusakan berskala besar akibat banjir di bagian utara pulau Sumatera," demikian bunyi pernyataan duka cita dari Kremlin.
Lebih lanjut, Presiden Rusia menegaskan bahwa seluruh warga Rusia turut merasakan duka atas kehilangan keluarga dan kerabatnya di musibah alam ini. Putin berharap wilayah yang terdampak dapat segera kembali ke kehidupan normal, aman, dan sejahtera.
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Agam Sumatera Barat Tembus 85 Jiwa, 78 Warga Masih Hilang
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban yang terdampak bencana di Pulau Sumatera.
Berbicara saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta pada Jumat (28/11), Prabowo mendoakan agar penderita korban dapat diringankan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Kita juga merasakan kesulitan dan duka saudara-saudara kita yang sekarang ini sedang mengalami bencana alam. Dan kita berdoa dan meminta bantuan Yang Maha Kuasa untuk selalu meringankan penderitaan mereka,” kata Prabowo.
Prabowo memastikan bahwa pemerintah pusat terus mengalirkan bantuan dan dukungan penanganan bencana ke provinsi-provinsi yang terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Baca Juga: Update Banjir Sumut–Sumbar–Aceh: 303 Warga Meninggal, ratusan Masih Dicari
Peringatan Pentingnya Menjaga Lingkungan
Selain fokus pada respons darurat, Presiden juga menyoroti bahwa bencana ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak mengenai kewaspadaan dan perlunya menjaga lingkungan.
Penekanan Prabowo bahwa kepedulian terhadap masalah lingkungan adalah isu krusial, terutama mengingat perubahan iklim global yang sedang dialami bumi.
“Ini juga mengingatkan kita, betapa kita harus waspada dan menjaga lingkungan kita,” seraya menambahkan, “bahwa masalah lingkungan adalah sangat-sangat penting dalam kondisi perubahan iklim yang kita alami di bumi kita sekarang.” (*)
Editor : Uways Alqadrie