Sepekan terakhir, banjir bandang dan longsor meruntuhkan struktur jaringan transmisi, memutus aliran dari sejumlah pembangkit, dan menyebabkan ribuan permukiman gelap gulita.
PLN mengerahkan operasi tanggap darurat berskala besar, dari pengerahan helikopter hingga mobilisasi teknisi lintas wilayah.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, mengatakan kerusakan paling serius berada pada lintasan transmisi yang menghubungkan Arun–Banda Aceh serta jalur menuju Sibolga.
Tiang listrik ambruk, jalur tergerus, dan akses darat hampir tidak dapat ditembus. “Jalan dan jembatan banyak yang tertutup material. Rute logistik lumpuh,” ujar Suroso selepas rapat koordinasi di Kemendagri, Senin siang.
Dalam situasi itu, PLN memilih menerbangkan peralatan tower darurat menggunakan armada TNI Angkatan Udara. Sejumlah helikopter dikerahkan untuk mengirim tiang, komponen sambungan, hingga kabel khusus yang tak mungkin diangkut lewat jalur darat.
Operasi ini menjadi salah satu penerbangan teknis terbesar dalam penanganan bencana listrik di Sumatera dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Suroso, target jangka pendek PLN adalah mendirikan tower sementara dalam dua hari, lalu menyambungkan jalur listrik prioritas menuju kantong-kantong hunian dan fasilitas publik.
Seluruh tim teknik di wilayah utara Sumatera, termasuk dari unit-unit luar daerah, sudah dipanggil untuk memperkuat pekerjaan. “Kami perlu memastikan minimal backbone listrik hidup kembali, sebelum masuk ke jaringan distribusi,” kata dia.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan kerusakan sUTET Arun–Banda Aceh menjadi pemicu utama black out di ibu kota provinsi itu.
“Suplai ke Banda Aceh sebagian besar dari Arun. Begitu jaringan rubuh, seluruh kota ikut padam,” ujarnya.
Pemerintah pusat kini menyiapkan dukungan logistik tambahan karena peralatan tower yang besar memerlukan proses pengiriman panjang.
“Dropping alat diperkirakan lima hari. Pendirian tower dua hari. Pekan depan kami harapkan sudah mulai menyala.”
Hingga hari ini, pemadaman masih berlangsung di beberapa zona terdampak, terutama daerah yang terisolasi oleh longsor berulang. Pemprov Aceh dan Sumut menyatakan prioritas pemulihan listrik menyangkut operasi posko darurat, komunikasi kebencanaan, serta suplai air bersih yang bergantung pada pompa listrik.
Editor : Uways Alqadrie