Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan kesiapan proyek, termasuk konektivitas ke Banjar dan jalur lanjutan ke Garut serta Tasikmalaya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, total perjalanan Jakarta–Bandung–Banjar diperkirakan 3,5 jam: Jakarta–Bandung 1,5 jam dan Bandung–Banjar 2 jam.
Jalur ini akan diperluas untuk menjangkau Garut dan Tasikmalaya, membuka opsi transportasi cepat dari Ibu Kota ke kawasan Priangan.
Proyek ini dilengkapi pembangunan tol baru, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japeksel), yang diproyeksikan menekan waktu perjalanan darat Jakarta–Bandung menjadi kurang dari satu jam.
Tol Japeksel sepanjang 62 km menghubungkan JORR Jatiasih–Tol Purbaleunyi Sadang, dan dijadwalkan fungsional pada arus mudik Lebaran 2026.
Ringkasan Jalur Kilat Pajajaran:
Mulai: Stasiun Gambir, Jakarta Pusat
Rute utama: Jakarta–Bogor–Cikampek–Purwakarta–Bandung
Perluasan: Bandung–Garut–Tasikmalaya–Banjar
Waktu tempuh: Jakarta–Bandung 1,5 jam; Bandung–Banjar 2 jam
Tipe jalur: Konvensional ditingkatkan, sinyal modern, trek dan stasiun diperbarui
Target operasional: 2030
Investasi: APBD Jawa Barat Rp2 triliun/tahun selama empat tahun, peluang investasi dari pemda sepanjang lintasan
Sejarah menunjukkan jalur Jakarta–Bandung pernah ditempuh 2 jam 30 menit lewat KA Argo Gede (1995), kemudian Argo Parahyangan Excellence (2019) dengan waktu tempuh 2 jam 50 menit sebelum pandemi.
Proyek Kilat Pajajaran diharapkan menjadi transportasi cepat, nyaman, ramah lingkungan, dan dapat diakses luas tanpa merusak struktur tanah.
Editor : Uways Alqadrie