Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dewi Astutik Ternyata Buron Korea Selatan dan Penguasa Jaringan Asia–Afrika

Dwi Puspitarini • Selasa, 2 Desember 2025 | 18:18 WIB

 

Dewi Astutik, otak 2 ton sabu, ternyata buron Korsel dan rekrutor jaringan Asia-Afrika.
Dewi Astutik, otak 2 ton sabu, ternyata buron Korsel dan rekrutor jaringan Asia-Afrika.

KALTIMPOST.ID, Penangkapan Dewi Astutik alias PA (43) oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan BAIS membuka fakta mengejutkan yang sebelumnya tidak pernah tampil di permukaan publik.

Selama ini dikenal sebagai dalang penyelundupan 2 ton sabu-sabu senilai Rp 5 triliun, Dewi ternyata memiliki jangkauan jaringan yang jauh lebih luas dari dugaan awal.

Dalam jumpa pers, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap status lain dari Dewi.

“Dewi Astutik ini merupakan rekrutor dari jaringan perdagangan narkotika Asia-Afrika dan juga jadi DPO dari negara Korea Selatan,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Penangkapan Dewi sekaligus menutup celah besar dalam jaringan internasional yang selama ini mencakup dua kawasan sekaligus, Golden Triangle dan Asia–Afrika.

BNN menyebut penangkapan Dewi bukan sekadar keberhasilan operasi, tetapi menyangkut keselamatan jutaan orang.

“Penangkapan 2 ton sabu berhasil menyelamatkan 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika,” ungkap Komjen Suyudi.

Fakta lainnya adalah dominasi warga Indonesia di salah satu sindikat narkoba terbesar dunia.

“Berdasarkan hasil analisa terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi kawasan Golden Triangle yakni Fredy Pratama dan Dewi Astutik alias Kak Jinda alias Dinda ini,” lanjut Suyudi.

Jika Dewi telah berhasil dibekuk, maka satu nama besar lain—Fredy Pratama—masih berkeliaran.

Fredy sendiri telah masuk DPO sejak 2014 dan disebut masih aktif menggerakkan sindikatnya. Polri pun telah membentuk Tim Khusus Escobar Indonesia untuk memburunya.

Baca Juga: Perkuat Kesiapsiagaan Pengamanan Objek Vital Nasional, KPI Balikpapan Gelar Apel Bersama TNI dan Polri

Di balik operasi internasional ini, Komjen Suyudi juga menyampaikan pesan fundamental mengenai cara BNN memandang narkoba di Indonesia.

“Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa,” ucapnya dalam jumpa pers yang dikutip dari Detik.com, Selasa (2/12).

Menurutnya, pendekatan terhadap pengguna narkoba harus berubah. “Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara,” kata Suyudi. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#bnn #fredy pratama #afrika #5 triliun #Dewi astutik #golden triangle #kamboja #tkw #asia #buronan narkoba #korea selatan