Jejak Dewi mulai terendus pada 17 November 2025, setelah BNN menerima laporan intelijen mengenai keberadaannya di Phnom Penh, Kamboja. Informasi itu segera memicu gerak cepat internal.
Suyudi menerbitkan surat perintah dan membentuk tim gabungan lintas deputi untuk memastikan operasi penangkapan berjalan terukur.
Tanggal 25 November, rombongan BNN bertolak ke Kamboja membawa mandat koordinasi penuh dengan KBRI Phnom Penh dan aparat setempat.
Setibanya di sana, tim melakukan penelusuran berlapis—mulai dari pemantauan mobilitas target hingga pemeriksaan berbagai titik yang kerap menjadi lokasi perpindahan jaringan narkotika internasional. Setelah mengantongi koordinat pasti, operasi disiapkan secara senyap.
Momentum itu datang pada 1 Desember 2025 siang. Dewi terdeteksi berada di lobi sebuah hotel di kawasan Sihanouk. Tim BNN, yang sudah menyusun perimeter pengamanan bersama kepolisian Kamboja, bergerak cepat ketika target masuk ke sebuah mobil Toyota Prius putih.
Dewi berhasil diamankan tanpa perlawanan ketika sedang bersama seorang pria yang belum diungkap identitasnya. Proses verifikasi fisik dilakukan di tempat untuk memastikan kecocokan dengan data buronan yang diterbitkan Interpol.
Menurut Suyudi, penangkapan itu menjadi bukti efektivitas kerja sama lintas negara serta konsistensi Indonesia dalam menindak jaringan narkotika kelas kakap.
Ia kembali menegaskan bahwa penanganan narkoba bukan hanya perkara kriminalitas, melainkan isu kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan rehabilitatif bagi para pengguna dan langkah represif bagi para pengendali jaringan.
Kronologi Penangkapan Dewi Astutik:
17 November 2025
BNN menerima laporan intelijen yang menyebut Dewi Astutik—buronan Interpol dalam kasus penyelundupan dua ton sabu—terdeteksi berada di wilayah Phnom Penh, Kamboja.
Informasi ini langsung dianalisis oleh Kedeputian Berantas serta Kedeputian Hukum dan Kerja Sama.
18–24 November 2025
BNN melakukan pemetaan awal pergerakan Dewi melalui sumber lokal dan kanal kerja sama luar negeri. Setelah jalur dan lokasi yang diduga menjadi tempat singgah Dewi mulai mengerucut, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menandatangani surat perintah operasi.
25 November 2025
Tim gabungan BNN diberangkatkan ke Kamboja. Setiba di Phnom Penh, tim langsung berkoordinasi dengan KBRI dan aparat kepolisian Kamboja untuk mendapatkan wewenang dan dukungan lapangan.
26–29 November 2025
Operasi pengawasan dilakukan secara tertutup. Tim mengikuti pergerakan kendaraan, memeriksa data hotel, hingga memantau titik-titik yang terhubung dengan jaringan narkotika internasional. Pada tahap ini, posisi Dewi mengarah ke kawasan pesisir Sihanouk.
30 November 2025
Tim BNN tiba di Sihanouk. Penelusuran lanjutan mengonfirmasi bahwa Dewi berpindah dari satu hotel ke hotel lain menggunakan mobil Toyota Prius putih.
1 Desember 2025 – Pukul 13.39 Waktu Setempat
Dewi masuk ke area lobi hotel di Sihanouk bersama seorang pria. Begitu ia masuk ke mobil yang digunakan, tim gabungan Indonesia–Kamboja bergerak cepat menutup akses keluar. Dewi ditangkap tanpa perlawanan dan langsung diamankan.
Setelah Penangkapan
BNN melakukan verifikasi fisik di lokasi untuk mencocokkan identitas Dewi dengan data DPO Interpol. Setelah dipastikan sesuai, proses administrasi pemulangan dan penanganan lanjutan mulai disiapkan melalui koordinasi KBRI.
Editor : Uways Alqadrie