Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gembong Narkoba Lintas Negara, Rumah Dewi Astutik di Ponorogo Terlihat Biasa Saja

Ari Arief • Kamis, 4 Desember 2025 | 18:30 WIB

Rumah gembong sabu di Ponorogo, Jatim, Dewi Astutik.
Rumah gembong sabu di Ponorogo, Jatim, Dewi Astutik.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap buronan narkotika bernama Dewi Astutik di Kamboja. Pemilik nama asli Paryatin ini ternyata memiliki hunian yang tampak biasa saja di kampung halamannya.

Menurut laporan yang diterima media, Kamis  (4/12/2025), Dewi Astutik adalah warga Dusun Tenun, Desa Broto, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur. Kediamannya terlihat bersahaja dari pandangan luar.

Rumah tersebut hanya berlantai satu dengan eksterior yang didominasi cat putih. Di bagian teras, tampak pilar-pilar yang diberi aksen perpaduan warna hitam dan putih, memberikan sentuhan bernuansa klasik.

Tersedia area carport yang lumayan luas, diperkirakan sanggup menampung dua mobil. Carport di rumah Dewi Astutik ini juga dilengkapi kanopi yang menggunakan material spandek sebagai atap, ditopang oleh baja ringan berwarna hitam.

Baca Juga: Suami Kaget Saat Foto Dewi astutik alias Paryatin Muncul sebagai Buron Sabu Rp5 Triliun: “Saya Tak Percaya”

Menariknya, sisi atas bangunan rumah milik gembong narkoba tersebut dihiasi lapisan warna cokelat kayu. Warna ini selaras dengan bagian depan kanopi, yang diyakini untuk menciptakan kesan alami.

Hunian satu lantai itu dikelilingi oleh tembok rendah setinggi kurang lebih 1 meter di area halaman samping. Namun, rumah ini tidak dilengkapi pagar utama, sehingga akses keluar masuk kendaraan tampak bebas.

Di samping persis rumah Dewi Astutik, terdapat lahan yang tidak dibangun. Area kosong tersebut ditumbuhi beberapa pohon dan terlihat ada tumpukan material konstruksi, seperti batu kerikil dan pasir.

Dari visual yang terekam, sisi samping dinding rumah Dewi Astutik terlihat tanpa plester semen. Akibatnya, struktur batu bata merah yang membentuk dinding rumah terpampang jelas.

Keterangan Kepala Dusun

Baca Juga: Jejak Buron 2 Ton Sabu Berakhir di Kamboja: Ini Kronologi Penangkapan Dewi Astutik

Kepala Dusun Tenun, Didik Harirawan, menuturkan bahwa Dewi Astutik alias Paryatin sempat merintis usaha kecil bersama suaminya pada 2023, termasuk membuka tempat pemancingan di rumah.

"Dia berjualan nasi bungkus, minuman. Tidak lama, sekitar tujuh bulanan. Usaha itu suaminya yang kelola. Selain itu, Paryatin sepengetahuan saya bekerja di Taiwan," ujar Didik.

Didik menambahkan, kondisi ekonomi keluarga Dewi Astutik tidak menonjol sehingga terlihat biasa-biasa saja. Didik juga menyebut bahwa Paryatin pernah sekali membeli tanah milik kerabatnya.

"Secara perekonomian, biasa saja, tidak mencolok. Pernah ke luar negeri dan membeli sebidang tanah milik saudara sekali. Namun, Paryatin ini sangat dermawan kepada orang tuanya. Apa pun yang diminta orang tua, seperti baju atau perhiasan, pasti dibelikan," ungkapnya.

Baca Juga: Dewi Astutik Ternyata Buron Korea Selatan dan Penguasa Jaringan Asia–Afrika

Pada 2023, saat masih bekerja di luar negeri, Dewi Astutik diketahui sempat pulang ke dusun. Didik menjelaskan, kepulangan Dewi saat itu bertujuan untuk mengurus Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada salah satu aset tanahnya.

Jaringan Lintas Negara

Saat ini, Dewi Astutik telah berhasil diringkus oleh kolaborasi BNN dan Interpol. Ia terdeteksi datang ke Kamboja pada Februari 2023 dan menjadi dalang utama di balik perdagangan narkotika lintas negara Asia-Afrika sejak awal 2024.

Penangkapan Dewi Astutik disebabkan oleh perannya sebagai otak penyelundupan sabu seberat 2 ton dengan nilai estimasi Rp 5 triliun. Namanya sendiri telah resmi terdaftar dalam red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#gembong #Dewi astutik #narkoba #ponorogo