Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dewi Astutik dan Sosok “Godfather” yang Mengubah Hidupnya ke Jaringan Narkoba Internasional

Dwi Puspitarini • Jumat, 5 Desember 2025 | 15:37 WIB

 

BNN mengungkap bagaimana pertemuan Dewi Astutik dengan seorang “godfather” membuat hidupnya berubah drastis hingga jadi buronan internasional.
BNN mengungkap bagaimana pertemuan Dewi Astutik dengan seorang “godfather” membuat hidupnya berubah drastis hingga jadi buronan internasional.

KALTIMPOST.ID, Penangkapan Dewi Astutik di Kamboja ternyata membuka babak cerita baru yang lebih rumit dari sekadar aksi kejar-kejaran antarnegara.

Mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Ponorogo itu ditangkap dalam operasi terkoordinasi yang melibatkan BNN, Interpol, dan BAIS TNI di Sihanoukville, Selasa lalu.

Menurut laporan investigatif, hidup Dewi Astutik—yang memiliki nama asli Pariyatin—berubah drastis setelah ia bertemu seorang warga negara Nigeria berinisial DON, sosok yang dijuluki godfather di jaringan ini.

Ia bertemu DON saat bekerja di sebuah tempat penipuan digital (scamming) di Kamboja, jauh dari kampung halamannya di Ponorogo.

Dari sinilah hubungan keduanya berkembang menjadi kerja sama kriminal lintas negara.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan bagaimana kuatnya pengaruh DON dalam perjalanan Dewi.

"DON inilah yang menjadi caretaker dan godfather PAR alias DA selama di Kamboja," kata Suyudi yang dikutip dari detik.com.

"Karena di Kamboja PAR merasa bisa kendalikan semua jaringan dengan uang," tambahnya.

Pertemuan itu mengarahkan Dewi masuk ke dunia perdagangan gelap narkotika lintas Asia–Afrika.

Bahkan sejak awal 2024, ia dan DON mulai merancang alur jual beli narkoba yang menjangkau berbagai negara.

Ambisi, Uang, dan Jaringan Gelap yang Makin Luas

Dewi mulai bekerja di Kamboja pada Februari 2023. Kurang dari setahun kemudian, ia terlibat dalam penyelundupan sabu senilai Rp5 triliun.

Ia juga disebut terhubung dengan jaringan segitiga emas (golden triangle) dan bulan sabit emas (golden crescent) serta memiliki kedekatan dengan gembong narkoba Indonesia Fredy Pratama.

Keduanya (Dewi dan DON) memiliki pola kerja yang saling melengkapi. "Pola kerja antara Don dan DA, DA yang supply dan atur kurir," ungkap Suyudi.

"DON yang supply barang narkotika ke Dewi, Dewi siapkan pengemasan barangnya, DON yang membiayai jaringan melalui Dewi," tambahnya.

Nama Dewi akhirnya masuk red notice Interpol sejak 3 Oktober tahun lalu. Ketika ditangkap, ia tidak sendirian—ada seorang pria warga negara Pakistan yang diduga sebagai kekasihnya.

Sementara itu, DON lebih dulu ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuntutan sebagai buronan Drug Enforcement Administration (DEA). ***

Editor : Dwi Puspitarini
#jaringan narkoba #Dewi astutik #Godfather #Kasus narkoba internasional