Forum tersebut salah satunya disiapkan untuk membahas kemungkinan pergantian Ketua Umum PBNU.
Dalam surat pernyataan yang ditandatangani Pengasuh Pesantren, KH Khoirul Fuad Ahmad menegaskan bahwa PBNU sebagai pucuk pimpinan Jam’iyyah harus dijaga dari tarik-menarik kepentingan.
Ia mengingatkan bahwa stabilitas organisasi lebih penting daripada kepentingan tokoh mana pun.
Pimpinan pesantren juga menilai polemik internal yang mengemuka belakangan ini, terutama menyangkut keputusan KH Yahya, perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi yang sah.
Karena itu, pleno PBNU dipandang sebagai ruang konstitusional untuk menentukan langkah strategis, termasuk jika diperlukan pergantian kepemimpinan.
Meskipun Gus Yahya merupakan salah satu alumnus yang cukup menonjol dari Krapyak, pernyataan pesantren tersebut menegaskan bahwa sikap mereka tidak didasarkan relasi personal.
Pesantren, kata KH Khoirul, hanya ingin menjaga kemaslahatan Jam’iyyah menjelang Muktamar NU 2026.
Pesantren Krapyak turut menyerukan seluruh pihak agar menahan diri, menghormati nasihat para kiai sepuh, dan mematuhi setiap keputusan organisasi demi keteduhan warga Nahdliyin.
Editor : Uways Alqadrie