KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lonjakan kasus HIV di kota-kota besar Kalimantan Timur, khususnya Samarinda dan Balikpapan, menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena grafik peningkatannya kian terlihat nyata dalam dua tahun terakhir.
Kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran yang cepat dapat berdampak pada generasi muda serta meningkatnya beban layanan kesehatan. Situasi ini menuntut langkah konkret dari pemerintah untuk memperkuat edukasi dan menekan laju penularan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, menegaskan bahwa kondisi ini tidak lagi bisa dianggap sebagai isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: DPRD Kaltim Ingatkan Pembangunan SMA Baru Harus Diimbangi Ketersediaan Guru dan Kemampuan Anggaran
"Kita ini ngiris ya mendengar peningkatan HIV yang sekarang sudah betul-betul di depan mata. Penyebarannya di Kaltim sudah cukup besar dan itu harus jadi alarm bagi semua pihak," ucapnya, Senin (12/8/2025).
Fuad menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk memutus rantai penularan. Ia meminta Dinas Kesehatan memperkuat penyuluhan di masyarakat dengan informasi yang lebih spesifik dan mudah dipahami.
“Kita sudah lama melakukan sosialisasi, tapi harus lebih kuat lagi. Pengetahuan masyarakat tentang cara penularan masih kurang, dan itu harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak-anak dan meningkatnya perilaku seksual berisiko. Menurutnya, deteksi dini harus digencarkan agar penyebarannya tidak semakin luas.
Baca Juga: Pengerukan Program Soroti DPRD Kaltim, Salehuddin: Banyak Kewenangan Ada di Kemenhub
“Kami dari DPRD meminta Dinas Kesehatan, KKI, dan semua pihak terkait untuk melakukan deteksi menyeluruh. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal masa depan masyarakat kita,” tegasnya.
Fuad berharap kerja kolaboratif pemerintah daerah dapat menekan peningkatan kasus HIV, sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat.
“Yang penting sekarang adalah tindakan cepat dan edukasi yang tepat. Jangan sampai masyarakat semakin cemas tanpa ada langkah nyata di lapangan,” tutupnya.(Adv/DprdKaltim)
Editor : Thomas Priyandoko