Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hai Fest 2025 Jadi Penutup Rangkaian HKN, Jurnalis Kaltim Post Juara 1 Kompetisi Feature Kesehatan Media

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 8 Desember 2025 | 15:05 WIB

Jurnalis Kaltim Post, Raden Roro Mira menerima penghargaan pemenang karya tulis feature dari Kemenkes,setelah menyisihkan 92 artikel dari seluruh Indonesia.
Jurnalis Kaltim Post, Raden Roro Mira menerima penghargaan pemenang karya tulis feature dari Kemenkes,setelah menyisihkan 92 artikel dari seluruh Indonesia.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Gelaran Health Innovation Festival (Hai Fest) 2025 resmi menjadi acara pamungkas rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61. Tahun ini, penutupannya digeser ke akhir rangkaian agenda, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang digelar sebelum puncak HKN pada 12 November.

“Ini jadi event terakhir dari seluruh rangkaian Hari Kesehatan Nasional. Penutupnya, lah,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Aji Muhawarman.

Hai Fest menjadi ajang penghargaan terbesar Kemenkes untuk seluruh unit kerja, tenaga pendidik kesehatan, mitra eksternal, hingga jurnalis. Aji menyebut puluhan penghargaan diberikan. “Memang setiap tahun kita berikan sebagai bentuk apresiasi kepada semua unit kerja, khususnya unit pelaksana teknis,” jelasnya.

Penghargaan yang dibagikan meliputi aneka kategori mulai pelayanan publik, perpustakaan, pengelolaan anggaran, kepatuhan SPI, pengawasan program kesehatan, hingga penilaian terhadap pengampuhan layanan di rumah sakit. Tidak hanya internal, sejumlah dosen dan Poltekkes terbaik juga menerima apresiasi.

“Ini bentuk penghargaan untuk individu maupun organisasi yang berkontribusi sepanjang tahun. Supaya orang makin sadar soal kesehatan, karena temanya tahun ini Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” tambah Aji.

Baca Juga: Sehari di Puskesmas Baqa, ketika Program CKG Mengubah Cara Orang Menjaga Kesehatan

Dia menegaskan, penguatan literasi kesehatan menjadi kunci. Kemenkes ingin publik berpindah dari pola kuratif ke preventif, menjaga sebelum sakit. Deteksi dini, pemantauan kesehatan anak sejak awal, hingga keterlibatan lintas profesi menjadi fokus. “Kita ingin membangun pemahaman bahwa masa depan hebat itu disiapkan sejak dini,” ucapnya.

Gelaran akbar itu juga menyertakan penghargaan bagi mitra eksternal, termasuk jurnalis, hingga komunitas. Aji menuturkan, hubungan Biro Komunikasi jauh lebih luas karena menyentuh DPR, LSM, masyarakat umum, bahkan kelompok demonstran. “Partisipasi publik itu beragam. Tidak hanya tenaga medis. Ada yang berkontribusi lewat edukasi video, foto, hingga pemberitaan. Itu semua mendorong masyarakat ikut terlibat,” ujarnya.

Salah satu agenda yang disorot tahun ini adalah CKG (Cek Kesehatan Gratis), program baru yang masih butuh dorongan publik untuk memperluas jangkauan. Kemenkes menilai kontribusi media menjadi kunci mengenalkan layanan tersebut ke masyarakat. “Karena ini tahun pertama CKG, banyak yang belum tahu atau belum mau ikut. Dengan dukungan berbagai pihak, minat masyarakat bisa meningkat,” tutur Aji.

Baca Juga: Cakupan Program CKG di Balikpapan Capai 85,97 Persen, Waspada Diabetes dan Hipertensi pada Anak

Dari ranah jurnalistik nasional, Kemenkes mengumumkan pemenang Kompetisi Feature Kesehatan Media Cetak dan Online 2025, yang menghimpun 92 artikel dari seluruh Indonesia. Juara 1 diraih Raden Roro Mira dari Kaltim Post dengan karya bertajuk “Sehari di Puskesmas Baqa, ketika Program CKG Mengubah Cara Orang Menjaga Kesehatan: Warga Datang Bukan Karena Sakit, Tetapi Karena Ingin Tenang”, terbit 15 November 2025.

Juara 2 diraih oleh RRI Jember dan juara 3 dari Kompas. Penjurian melibatkan sejumlah tokoh, di antaranya Staf Khusus Menkes Rendi Witular, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Roy Himawan, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Direktur Narabahasa Ivan Lanin, serta Redaktur Kompas Evy Rachmawati.

Kompetisi lain yakni fotografi dan video kreator menjaring hingga total 953 peserta. Hai Fest 2025 pun menutup HKN dengan pesan kuat, kesehatan adalah kerja bersama, dari tenaga medis hingga para pencerita yang berada di balik lensa dan layar.

Dijelaskan Hendy Yudistira, Ketua Tim Kerja Hubungan Media dan Kelembagaan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, seluruh karya yang masuk sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Hanya saja, beberapa naskah kehilangan poin karena kurang konsisten menjaga ruh jurnalisme sastrawi sehingga kekuatannya tidak maksimal.

“Ada yang sudah oke, gaya feature dari awal, bagus penulisannya. Eh di tengah sampai akhir banyak data dimasukkan. Jadinya malah ke hard news. Jadinya enggak konsisten ini feature atau hard news,” ungkapnya.

Hendy kemudian menuturkan bahwa tulisan Kaltim Post justru tampil paling stabil dari awal hingga akhir. Selain konsisten, karya tersebut juga timeless dan tetap relevan untuk dibaca kapan saja. Tak heran nilainya menjadi yang tertinggi dibandingkan dua karya kandidat juara lainnya di meja dewan juri.

“Biasanya nilai tinggi itu belum tentu menang. Juri akan rapat pleno, untuk sama-sama sepakat mana yang layak. Tapi tulisan Roro paling tinggi dari semua juri, jadi ya memang layak,” sambungnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#CKG #Health innovation festival #kementerian kesehatan (kemenkes RI) #cek kesehatan gratis