Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

TEGAS! Diperintah Pulang Mendagri, Bupati Mirwan Terjebak di Kuala Lumpur Usai Dikecam 'Desersi'!

Ari Arief • Senin, 8 Desember 2025 | 16:14 WIB

KORBAN: Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi korban banjir di Sumatra Barat.
KORBAN: Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi korban banjir di Sumatra Barat.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada para bupati di wilayah Sumatra atas perjuangan mereka dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda.

Saat memimpin rapat terbatas penanganan bencana Sumatra di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025), Prabowo menegaskan bahwa para bupati dipilih untuk menghadapi situasi sulit. "Terima kasih para bupati, kalian yang terus berjuang untuk rakyat, memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan," ujar Presiden.

Namun, Presiden Prabowo juga menyinggung pejabat daerah yang meninggalkan tugas saat terjadi bencana. Walaupun tidak menyebut nama, ia secara tegas meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk memproses pencopotan bupati yang dianggap lari dari tanggung jawab.

Baca Juga: GerPALA Melawan, Kritik Pejabat Aceh yang Tak Turun ke Lapangan, Bela Nazar Umrah Bupati Mirwan

"Kalau yang mau lari, lari saja, copot itu. Mendagri bisa ya diproses. Bisa?," katanya, lalu menyamakan tindakan tersebut dengan desersi, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti meninggalkan dinas militer.

"Itu kalau tentara namanya desersi itu, dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah, waduh enggak bisa itu," tegasnya.

Kasus Bupati Aceh Selatan Mirwan MS

Pernyataan keras Presiden ini muncul menyusul ramainya pemberitaan mengenai Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang fotonya viral di media sosial saat sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Hal ini memicu kecaman publik karena ia dianggap meninggalkan warganya yang sedang berjuang melawan banjir dan longsor di 11 kecamatan.

Tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah dikirim ke Banda Aceh untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kasus ini.

Baca Juga: Bantah Tinggalkan Korban Bencana, Mirwan MS: Saya Sudah Salurkan Bantuan dan Aceh Selatan Sudah Stabil

"Tim pemeriksa dari Inspektorat Jenderal Kemendagri dari kemarin sudah berada di Banda Aceh dan sudah melakukan pemeriksaan awal (administratif) kepada jajaran Setda Kabupaten Aceh Selatan," jelas Benni, salah satu tim dari Kemendagri, Minggu (7/12/2025).

Selain itu, Mirwan diketahui telah menandatangani Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam menangani bencana, yang berarti menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pemerintah provinsi.

Menyikapi hal ini, Mendagri Tito Karnavian telah memerintahkan Bupati Aceh Selatan untuk segera kembali ke Tanah Air. Dikabarkan, Bupati sedang transit di Kuala Lumpur. Pemeriksaan intensif akan dilakukan oleh Kemendagri segera setelah Mirwan tiba di Banda Aceh.

Tuntutan Mundur dari Gubernur Aceh

Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Nekat Umroh Saat Banjir, Gerindra Copot Jabatan dari Ketua DPC

Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), turut melontarkan kekecewaan atas situasi ini. Ia mendesak kepala daerah yang tidak mampu menangani bencana untuk mengundurkan diri dan mengingatkan pentingnya tanggung jawab kepemimpinan.

"Kepala daerah itu dipilih rakyat untuk bekerja dalam kondisi tersulit sekalipun, bukan untuk mengeluh. Rakyat butuh pemimpin yang berdiri di barisan terdepan, bukan yang lari dari tanggung jawab," ujar Mualem di Aceh Timur.

Mualem bahkan menyebut bencana banjir kali ini sebagai "tsunami jilid kedua" karena dampak dan luas wilayah terdampaknya jauh lebih parah dibandingkan tsunami tahun 2004. Ia membandingkan bahwa air tsunami hanya bertahan sekitar dua jam, sementara banjir saat ini menggenangi rumah warga hingga lebih dari lima hari.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Mirwan MS #kuala lumpur #desersi #prabowo