SANGATTA – Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim) terendam banjir sejak Minggu (7/12). Ketinggian air dilaporkan terus meningkat, dipicu luapan sungai yang tak mampu menahan debit air serta hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut.
Adapun desa yang terdampak yakni Desa Muara Wahau, Nehas Liah Bing, Jak Luay, Long Wehea, Dabaq, Diaq Lay, dan Bea Nehas. Di Desa Bea Nehas, banjir terutama menggenangi akses keluar masuk desa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan air masih bergerak naik di sebagian besar wilayah terdampak. “Untuk sementara, kondisi air berdasarkan laporan dari kecamatan masih ada kenaikan karena cuaca di sana juga masih hujan,” jelas Naim saat dikonfirmasi, Senin (8/7).
Baca Juga: Pengadaan Tisu Toilet Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Tidak Paham
BPBD Kutim kata Naim, masih memantau perkembangan di lapangan. Jika situasi tidak menunjukkan perbaikan, tim akan segera diterjunkan ke lokasi. “Jika memang tidak ada perkembangan, insyaallah paling lambat besok pagi kita akan ke Wahau. Sampai saat ini kami belum menerima laporan apakah sudah ada warga yang dievakuasi,” katanya.
Selain Muara Wahau, banjir juga melanda beberapa kecamatan lain di Kutim. Berdasarkan laporan sementara, ada lima kecamatan yang terdampak, yakni Karangan, Muara Wahau, Kombeng, Telen, dan Bengalon.
“Karangan tadi pagi sudah kering. Di Wahau dan Kombeng masih banjir. Pengalaman tahun lalu, jika Kombeng mulai surut biasanya bergeser ke Telen. Telen juga sudah banjir meskipun tidak separah Wahau,” ungkap Naim.
Baca Juga: Sebagian Wilayah di Kutai Timur Terendam Banjir, 300 Kepala Keluarga Dievakuasi Tim Gabungan
Di Bengalon, kondisi air dilaporkan mulai surut. Sementara itu, BPBD Kutim terus berkoordinasi dengan BMKG terkait potensi cuaca ke depan. “Dari laporan BMKG, intensitas hujan di Kutim masih bervariasi. Ada kecamatan yang hujan deras, ada yang mendung, ada yang berawan. Wilayah yang sekarang banjir masih berpotensi hujan,” terangnya.
Menurut Naim, pengungsian sejauh ini baru terjadi di Kecamatan Karangan pada Minggu malam. Namun warga telah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut. “Untuk Wahau, belum ada laporan warga mengungsi. Kami terus memantau, dan jika kondisi tidak berubah, tim akan bergerak ke lokasi besok pagi,” tutupnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki