KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun, Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok dan barang penting (bapokting).
Untuk itu, Pemkot menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh pemangku kepentingan guna mencegah gejolak inflasi.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa stabilitas harga menjadi fokus utama jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia juga memberikan peringatan keras kepada pelaku usaha, distributor, maupun tengkulak agar tidak memainkan harga. “Jangan menaikkan harga semena-mena. Kita jaga bersama stabilitas ini,” tegasnya, Selasa (9/12).
Untuk menghadapi Tahun Baru, Pemkot menyoroti stabilitas dan ketersediaan pasokan sejumlah komoditas. Bahan bakar minyak (BBM), beras, gula, dan cabai masuk pemantauan utama.
Pemerintah juga akan melakukan pemeriksaan langsung ke ritel modern dan swalayan untuk memastikan stok benar-benar aman. “Ketersediaan harus dikonfirmasi,” tegasnya.
Terkait pengendalian harga, Andi Harun menjelaskan langkah-langkah lanjutan sudah disiapkan. Pihaknya meminta TPID mengkroscek ke beberapa distributor. Upaya terbuka juga tetap berjalan, termasuk inspeksi mendadak (sidak).
“Sidak tetap kita lakukan. Dan kalau nanti benar-benar terjadi kelangkaan karena penimbunan atau tindakan yang sengaja menaikkan harga di atas normal, itu sudah masuk ranah penegakan hukum,” tegasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap menjaga agar kebijakan tidak menimbulkan dampak ekonomi baru. Ia memastikan seluruh langkah dilakukan hati-hati dan penuh kewaspadaan. “Semua serba terukur. Kita jaga stabilitas tanpa mengganggu ekonomi, dan tetap melindungi masyarakat dari gejolak harga,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo