KALTIMPOST.ID-Pemerintah pusat mulai menyiapkan skema pemulihan ekonomi pascabencana di sejumlah daerah di Sumatra.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan fokus utama pemerintah adalah memastikan aktivitas ekonomi warga bisa kembali berjalan setelah masa tanggap darurat berakhir.
Saat ditemui di TMII, Selasa (9/12), Cak Imin menjelaskan pemerintah mulai merancang dukungan bagi pelaku usaha kecil, mikro, dan koperasi yang terdampak.
“Saya beserta Wamen Ekonomi Kreatif mendesain rehabilitasi usaha kecil menengah mikro dan koperasi untuk pasca tanggap darurat. Produksi kopi rakyat akan menjadi prioritas, pangan akan menjadi dorongan kita,” ujarnya.
Program pemberdayaan UMKM ini direncanakan berjalan 2–3 bulan setelah masa tanggap darurat. Namun mengenai alokasi anggaran, ia menyebut masih dalam proses finalisasi.
“Sedang kami susun, sedang kami carikan, belum ada anggaran khusus. Sedang kami carikan,” tambahnya.
Pemerintah juga menanggapi laporan kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah bencana.
Menurut Cak Imin, situasi tersebut terjadi karena stok yang menipis akibat terganggunya jalur distribusi. Pemerintah disebut telah mengerahkan sarana logistik untuk mempercepat penyaluran bantuan dan barang kebutuhan dasar.
“Presiden memberikan alokasi yang semaksimal mungkin. Sekarang tinggal sinergi percepatannya, bagaimana agar secepat-cepatnya tertangani,” tegasnya.
Di sisi lain, Cak Imin mengapresiasi kontribusi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang ikut membantu penanganan bencana di lapangan.
Ia menilai kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara cepat.
“Percepatan distribusi bantuan menjadi kunci untuk meredam kenaikan harga di daerah terdampak,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.