KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ekonomi Kalimantan Timur kembali menunjukkan napas yang lebih pendek pada triwulan III 2025. Dari sisi pengeluaran, semua mata langsung tertuju pada dua komponen yang melemah bersamaan yakni ekspor dan konsumsi rumah tangga. Kombinasi keduanya membuat laju ekonomi tertahan meski komponen lain justru naik.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto, menjelaskan bahwa perlambatan terutama dipengaruhi kondisi global, khususnya permintaan batu bara yang kembali lesu. “Perlambatan ekonomi Kaltim di triwulan III 2025 dari sisi pengeluaran utamanya disebabkan oleh tertahannya kinerja ekspor, dan konsumsi rumah tangga di tengah peningkatan komponen lainnya,” paparnya.
Baca Juga: Wisatawan Nasional Padati Kaltim, Lonjakannya Capai 58 Persen dari Udara
Menurut dia, penurunan ekspor tidak lepas dari harga batu bara acuan yang terus melemah. Sementara konsumsi rumah tangga ikut melambat seiring penurunan indeks keyakinan konsumen. “Kinerja ekspor tertahan disebabkan oleh melemahnya permintaan batu bara global di tengah harga batu bara acuan yang turun. Komponen konsumsi rumah tangga juga melambat, sejalan dengan penurunan IKK,” jelasnya.
Di sisi lain, beberapa komponen justru memberi sinyal positif. Investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat, ditopang oleh dorongan investor domestik, terutama di industri pengolahan. Belanja pemerintah pun bangkit setelah triwulan sebelumnya terkontraksi.
“Komponen belanja pemerintah kembali tumbuh positif, seiring persentase realisasi belanja APBN dan APBD Kab/Kota pada triwulan III 2025 yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2024,” ujar Budi.
Baca Juga: Produksi Sawit Turun, NTP Merosot: Sektor Pertanian Kaltim Ikut Lesu di Triwulan III
Impor yang menjadi komponen pengurang PDRB ikut melambat, terutama karena turunnya impor nonmigas pada barang modal dan bahan baku. Meski demikian, Budi menegaskan bahwa peran net ekspor masih menjadi penopang utama struktur ekonomi Kaltim. “Secara pangsa, net ekspor masih menopang struktur ekonomi Kaltim mencapai 38,53 persen dari total PDRB Kaltim,” sebutnya.
Komposisi pengeluaran Kaltim tercatat didominasi net ekspor (38,53 persen), diikuti PMTB (37,31 persen), konsumsi rumah tangga (18,13 persen), dan konsumsi pemerintah (5,50 persen). Empat komponen ini menguasai 99,47 persen perekonomian daerah. Dari sisi kontribusi pertumbuhan, net ekspor masih menyumbang andil tertinggi sebesar 2,87 persen (year-on-year/yoy), disusul PMTB 0,77 persen (yoy), konsumsi rumah tangga 0,64 persen (yoy), dan konsumsi pemerintah 0,03 persen (yoy). (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki