KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kebakaran yang melanda permukiman warga di kawasan Jalan Poros Anggana, Gang Ulin, RT 21, Desa Sungai Meriam, Kutai Kartanegara, berakhir tragis.
Tiga bocah masing-masing berusia 1, 3, dan 5 tahun, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, Kamis (11/12) siang.
Koordinator Posko Damkar Kecamatan Anggana Meiry Sulindra menjelaskan, ketiga korban merupakan saudara kandung. Mereka ditemukan di area kamar mandi setelah api berhasil dikendalikan. "Dari informasi yang kami terima, ibunya sempat keluar rumah untuk membeli sesuatu. Saat kembali, rumah sudah terbakar,” ungkapnya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting. “Ibunya sempat menyalakan kipas angin sebelum pergi,” ujarnya.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 13.10 Wita. Api melahap tiga bangunan, yakni satu bangunan 15 pintu, satu bangunan kontrakan, dan satu rumah pribadi. Upaya pemadaman sempat terkendala karena kerumunan warga serta minimnya ketersediaan air di lokasi.
“Estimasi pemadaman sekitar satu jam. Kami menerjunkan empat unit mobil pemadam dari Posko Anggana,” tambah Meiry.
Hingga sore, petugas masih melakukan pendataan kerusakan dan memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Pemerintah kecamatan juga mulai menyiapkan bantuan darurat bagi para penyintas kebakaran. (*)
Editor : Dwi Restu A