Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KEK sebagai Lokomotif Pertumbuhan Daerah, Batang dan Kendal Jadi Contoh Sukses dengan Pertumbuhan 8-9%

Ari Arief • Minggu, 14 Desember 2025 | 19:30 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pemerintah Indonesia terus memfokuskan upaya untuk memperkuat peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pendorong utama pertumbuhan perekonomian di tingkat daerah. Penguatan ini didasarkan pada dampak ekonomi yang terbukti semakin signifikan dari pembangunan KEK.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti bahwa sejumlah daerah yang berhasil mengelola KEK dengan baik telah menunjukkan kinerja ekonomi yang luar biasa. Ia menyebut Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sebagai contoh.

Kedua kabupaten ini mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 8% hingga 9%, angka yang jauh melampaui rata-rata pertumbuhan baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Dampak Nyata KEK Industriopolis Batang

Di Kabupaten Batang, kehadiran KEK Industriopolis Batang berperan besar dalam mempercepat masuknya investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: OJK Soroti Moderasi Ekonomi Global, Indonesia Tetap Solid Jelang 2026

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada tahun 2024 mencapai 6,03%. Peningkatan tajam terlihat pada tahun 2025, di mana pertumbuhan triwulan III tercatat sebesar 8,52% (yoy). Pertumbuhan tinggi ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas investasi.

“Pengalaman Kabupaten Batang dan Kendal membuktikan bahwa KEK bukan sekadar sarana untuk insentif investasi, melainkan katalisator utama transformasi ekonomi daerah,” ujar Airlangga Hartarto dalam pernyataan resmi yang dikutip Minggu (14/12/2025).

Ia menambahkan, KEK yang direncanakan dengan matang, didukung infrastruktur memadai, kemudahan berbisnis, dan integrasi dengan tenaga kerja lokal, terbukti menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.

Studi akademik juga menegaskan bahwa KEK Batang menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang substansial pada perekonomian setempat, meliputi peningkatan peluang kerja, penurunan angka pengangguran, hingga reduksi tingkat kemiskinan.

Sebagai indikasi keberhasilan, persentase penduduk miskin di Kabupaten Batang dilaporkan menurun, dari 8,73% pada tahun 2024 menjadi 7,79% pada tahun 2025, sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi dan peluang kerja di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga: Investasi Naik, Tapi Ekonomi Kaltim Tak Kuat Nanjak, Kenapa?

Kendal Mencapai Pertumbuhan Tertinggi di Jawa Tengah

Selain Batang, Kabupaten Kendal juga menunjukkan performa ekonomi yang sangat tangguh. Pada triwulan III 2025, perekonomian Kabupaten Kendal mengalami pertumbuhan sebesar 8,84% (yoy), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Angka ini didukung oleh padatnya aktivitas industri dan investasi di kawasan industri dan KEK setempat.

Airlangga mengemukakan bahwa pengembangan KEK tidak hanya mendorong pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas ekonomi regional. Masuknya modal baru, penerapan teknologi, dan perkembangan industri pengolahan bernilai tambah di KEK Batang, misalnya, telah mengerek efisiensi produksi dan nilai output per tenaga kerja, yang pada akhirnya memperkuat daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Capaian ini mengindikasikan penguatan ekosistem industri regional, termasuk spillover effect antarwilayah di koridor Batang-Kendal-Semarang. Ini mempertegas bahwa pengembangan KEK mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di daerah,” kata Menko Perekonomian.

Baca Juga: Ketimpangan Kinerja Ekonomi Antarwilayah di Kaltim Menguat, Balikpapan dan Kutai Barat Jadi Penyangga

Strategi Model Pengembangan KEK Masa Depan

Ke depan, Airlangga menegaskan bahwa model keberhasilan Batang dan Kendal akan dijadikan blueprint untuk pengembangan KEK di daerah lain. Tujuannya adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar wilayah metropolitan yang sudah padat.

Kunci utama untuk memastikan manfaat KEK dapat dirasakan secara luas dan inklusif adalah penguatan konektivitas, kepastian regulasi, kesiapan sumber daya manusia (SDM), dan keterkaitan erat dengan UMKM dan ekonomi lokal

“Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan terus mengoordinasikan kebijakan lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk memastikan KEK berfungsi optimal sebagai instrumen percepatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan ekonomi nasional,” kata Airlangga.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#bps #batang #kendal #kek