Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bondi Berdarah, 16 Tewas dalam Aksi Terorisme di Sydney, KBRI Pastikan Belum Ada WNI Terdampak

Ari Arief • Selasa, 16 Desember 2025 | 07:55 WIB

BERPELUKAN: Orang-orang yang selamat saling berpelukan lepas dari insiden penembakan massal.
BERPELUKAN: Orang-orang yang selamat saling berpelukan lepas dari insiden penembakan massal.

KALTIMPOST.ID,SIDNEY-Kawasan wisata populer Pantai Bondi di Sydney diguncang aksi penembakan massal pada Minggu (14/12) yang telah diklasifikasikan sebagai tindakan terorisme oleh otoritas Australia.

Berdasarkan data terbaru dari kepolisian New South Wales (NSW) pada Senin (15/12), insiden tragis ini telah merenggut 16 korban jiwa, termasuk salah satu pelaku. Selain itu, 43 orang terluka, lima di antaranya dalam kondisi kritis, termasuk dua anggota kepolisian.

Korban dan Peringatan untuk WNI

Korban tewas dan luka-luka dilaporkan memiliki rentang usia yang luas, dari 10 hingga 87 tahun, dan termasuk dua orang rabi. Korban termuda diidentifikasi sebagai anak berusia 10 tahun bernama Matilda Poltavchenko. Hingga saat ini, identitas kewarganegaraan para korban belum diumumkan secara resmi.

Baca Juga: Perkuat PSN Mobil Nasional, Kementerian PPN/Bappenas Jalin Kerja Sama Strategis dengan HKI dan Pindad

Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney memastikan bahwa belum ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang teridentifikasi terdampak dalam serangan tersebut. KJRI Sydney menyatakan terus memantau situasi dan menjalin komunikasi intensif dengan aparat keamanan setempat.

WNI yang berada di wilayah NSW diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, menjauhi area Pantai Bondi, dan mematuhi arahan dari pihak keamanan Australia. Bagi WNI yang membutuhkan bantuan konsuler, dapat menghubungi Hotline KJRI Sydney di nomor +61 434 544 478.

Kronologi dan Identitas Pelaku

Insiden brutal ini terjadi saat berlangsungnya festival Yahudi Hanukkah di Taman Archer, dekat Pantai Bondi. Polisi memperkirakan lebih dari seribu orang berada di lokasi acara.

Penembakan terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat dan dilakukan oleh dua pria berpakaian serba hitam dari posisi yang lebih tinggi. Dua pelaku diidentifikasi sebagai Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24).

Baca Juga: Sengkarut Lahan Wisata Gunung Parung di IKN, KTH PBJM Gugat Pokdarwis, Minta Bupati PPU Batalkan SK

Sajid Akram dilaporkan tewas di tempat dalam baku tembak dengan petugas kepolisian. Sementara itu, Naveed Akram berhasil dilumpuhkan oleh seorang warga sipil bernama Ahmed al Ahmed, yang kini dipuji sebagai pahlawan nasional atas keberaniannya.

Dinyatakan Aksi Teror

Pihak kepolisian Australia secara resmi menyatakan penembakan massal ini sebagai aksi terorisme. Investigasi menemukan enam senjata api dan sejumlah bahan peledak yang terkait dengan kedua pelaku, meskipun motif serangan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengecam keras serangan ini dan menyebutnya sebagai momen kelam bagi Australia. PM Albanese mengunjungi Pantai Bondi pada Senin pagi, di mana ia meletakkan bunga sebagai bentuk penghormatan. Di lokasi kejadian, para pelayat terlihat menyalakan lilin dan membawa bendera Israel serta Australia.

Tragedi ini tercatat sebagai penembakan massal kedua paling mematikan dalam sejarah Australia, setelah Pembantaian Port Arthur pada 1996.(*)

Editor : Hernawati
#sidney #Bondi #insiden #penembakan #australia