Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

APBD Kaltim 2026 Menyusut Tajam, Anggaran Dinas Sosial Dipangkas Rp18 Miliar

Bayu Rolles • Rabu, 17 Desember 2025 | 07:38 WIB

Kepala Dissos Kaltim, Andi Muhammad Ishak.
Kepala Dissos Kaltim, Andi Muhammad Ishak.

KALTIMPOST.ID, APBD Kaltim 2026 ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun. Angka itu menyusut jauh dari APBD 2025 sebesar Rp21,74 triliun. Besarnya jarak penerimaan itu membuat sejumlah porsi anggaran di tiap perangkat daerah mengecil. 

Dinas Sosial (Dissos) Kaltim, misalnya. Pada 2026, instansi ini mengalami pemangkasan Rp18 miliar, menyisakan pagu Rp124 miliar yang bisa dikelola untuk seluruh program yang dijalankan.

Meski begitu, Kepala Dissos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyebut penyesuaian hanya menyentuh kegiatan operasional. Sementara program yang berkaitan langsung ke pelayanan masyarakat dipastikan tetap berjalan.

Baca Juga: Terdampak Pemangkasan APBD, Dispar Kaltim Perkuat Kolaborasi untuk Desa Wisata

“Yang disesuaikan hanya yang operasional. program pelayanan tetap jalan,” sebutnya, Selasa, 16 Desember 2025. Untuk alokasi bantuan sosial yang jadi salah satu tugas mereka juga mengalami penurunan. Dari Rp20 miliar di 2025 jadi Rp13 miliar tahun depan.

Tapi Andi menegaskan, bantuan yang menyasar lembaga kesejahteraan sosial seperti panti sosial hingga bantuan ke para veteran dan janda veteran tetap berjalan seperti biasa. Tak mengalami perubahan. 

Penyesuaian justru terjadi pada alokasi anggaran bantuan sosial ke penyandang disabilitas. Pemerintah, kata dia, kini lebih selektif dalam menyalurkan. Hanya menyasar disabilitas yang memang benar-benar membutuhkan.

“Ke depan, penyalurannya terfokus ke disabilitas yang bedridden atua yang tidak bisa bergerak, hanya di tempat tidur,” terangnya.

Baca Juga: APBD Kaltim 2026 Turun Drastis, PUPR-PERA Prioritaskan Peningkatan Jalan Strategis

Sementara bagi penyandang disabilitas kategori lainnya, pola bantuan diubah. Tak lagi pemberian uang tunai, melainkan pelatihan pemberdayaan ekonomi agar lebih berkelanjutan.

Jumlah penerima yang melorot tajam jadi konsekuensi dari penyesuaian anggaran. Jika tahun ini target penerima lebih dari 5 ribu orang. “Tahun depan mungkin hanya 500 orang saja,” akunya.

Bantuan itu, tak dimungkiri belum sepenuhnya menjawab kebutuhan para penyandang disabilitas. Mengingat, jumlah penyandang disabilitas se-Kaltim yang terdata dalam aplikasi SIDA BEBAGI, ada 12 ribu jiwa. Dari angka itu, separuhnya, sekitar 6 ribu jiwa diperkirakan masuk kategori penyandang disabilitas yang benar-benar perlu bantuan. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#APBD Kaltim 2026 #kaltim