KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait rencana pemberangkatan ratusan personel ke lokasi bencana menuai sorotan tajam publik.
Hal ini menambah daftar Menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto yang blunder. Terakhir adalah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyatakan listrik di Aceh sudah menyala 93 persen, namun fakta di lapangan berbeda.
Kali ini, pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin dikritik pegiat media sosial Yusuf Dumdum yang menilai sikap tersebut tidak mencerminkan empati terhadap korban bencana.
Dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, Budi menyebut sekitar 450 hingga 600 personel siap diberangkatkan ke wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan seremoni pelepasan dan sesi foto bersama sebelum keberangkatan.
Pernyataan itu langsung memantik reaksi keras. Yusuf Dumdum menilai fokus pemerintah seharusnya tertuju pada pemenuhan kebutuhan dasar korban, bukan pada agenda simbolik.
“Kondisi korban di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah sangat mendesak. Mereka butuh makan, obat-obatan, pakaian, dan tempat tinggal,” ujar Yusuf, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, bencana yang telah berlangsung selama beberapa pekan menuntut respons cepat dan konkret.
Ia mempertanyakan relevansi tawaran seremoni di tengah situasi darurat yang dialami para korban.
Yusuf juga mengingatkan bahwa pernyataan pejabat publik dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap keseriusan pemerintah dalam menangani bencana.
Ia menilai, sikap yang terkesan seremonial justru berpotensi melukai rasa keadilan korban.
Ia berharap para pejabat lebih peka dan menempatkan kemanusiaan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan dan pernyataan, terutama saat masyarakat sedang berada dalam kondisi sulit.(*)
Editor : Thomas Priyandoko