BALIKPAPAN - Mengantisipasi posisi tenaga honorer dan naban yang berakhir pada Desember 2025. Disdikbud Balikpapan mulai membuka rekrutmen kepada guru bagi jenjang TK, SD, SMP dan SKB.
“Kami sudah umumkan syarat dan ketentuan lewat media sosial,” kata Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik. Pihaknya mengadopsi skema kontrak kerja individu (KKI) yang sudah dilakukan di Jakarta dan Makassar.
“Ini untuk memenuhi kebutuhan guru pada satuan pendidikan di lingkungan Disdikbud Balikpapan,” ucapnya. Program rekrutmen guru melalui penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP) 2026.
Total tersedia kuota 643 orang untuk seluruh jenjang satuan pendidikan. Ada pun formasi paling banyak dibuka untuk jabatan guru kelas SD dengan penempatan SD dan SKB. Kuota yang tersedia hingga 178 orang.
Baca Juga: Prediksi Penumpang Pelabuhan Semayang Naik 20 Persen pada Momen Nataru 2025/2026
Kemudian guru PJOK menempati posisi kedua dengan kuota 107 orang. Mereka akan bertugas di SD, SMP, dan SKB. Serta kebutuhan guru agama Islam menduduki posisi ketiga kuota 82 orang.
Sisanya jabatan guru bimbingan konseling 52 orang, guru PPKn 27 orang, guru informatika 26 orang, guru bahasa Inggris 26 orang, dan guru matematika 22 orang. Rata-rata penempatan SMP dan SKB.
Selanjutnya guru kelas TK/PAUD 23 orang, guru seni budaya dan prakarya 17 orang, guru IPA 16 orang, guru IPS 16 orang, guru agama Kristen 16 orang, guru bahasa Indonesia 12 orang.
Serta guru pembimbing khusus SD dan SMP 11 orang, guru agama Katolik 10 orang, dan guru agama Hindu 2 orang. Pihaknya menyertakan syarat dan ketentuan guru sesuai mata pelajaran.
Baca Juga: Kebakaran di Straat 3 Balikpapan, Seorang Bocah 11 Tahun Meninggal
“Karena yang melamar harus linier dengan kualifikasi pendidikan,” tuturnya. Itu termasuk dalam persyaratan khusus. Semua jabatan harus diisi dengan calon guru latar belakang pendidikan minimal S1.
“Semoga ini menjawab kebutuhan tenaga pendidik yang nanti akan kurang,” imbuhnya. Sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan karena guru yang mengajar sudah linier sesuai kebutuhan.
Proses seleksi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). “Sehingga lebih transparan, objektif, dan akuntabel,” bebernya. Dia menegaskan, seluruh proses rekrutmen ini tidak dipungut biaya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki