Sosok yang akrab disapa Haji Alung itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda setelah menjalani perawatan medis.
Syahrun dikenal sebagai kader senior Partai Golkar yang menempuh perjalanan panjang di lembaga legislatif daerah. Lahir di Kota Bangun, 3 Mei 1954, ia membangun basis politiknya di wilayah Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, daerah yang selama bertahun-tahun menjadi daerah pemilihannya.
Tahun 2000-an, Haji Alung adalah kontraktor yang berkibar pada masanya. Ketika itu, dikenal sangat dekat dengan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani HR.
Karier politiknya di DPRD Kalimantan Timur mencapai puncak ketika ia dipercaya menjabat Ketua DPRD Kaltim pada sisa masa jabatan periode 2009–2014. Jabatan itu diembannya setelah ditetapkan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kaltim, 19 Desember 2013.
Di tengah politiknya yang meningkat, Haji Alung membangun Plaza Mulia Samarinda. Mal tersebut diresmikan Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak pada 2010.
Selama memimpin DPRD, Syahrun kerap menekankan pentingnya relasi yang seimbang antara legislatif dan eksekutif. Sejumlah koleganya mengenang almarhum sebagai figur yang terbuka dalam dialog politik serta memiliki kedekatan dengan konstituen di tingkat akar rumput.
Setelah periode kepemimpinannya berakhir, Syahrun kembali ke kursi legislatif. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2019–2024, bertugas di Komisi II yang membidangi keuangan dan perekonomian daerah. Selain itu, ia juga duduk di Badan Kehormatan DPRD dan menjadi bagian dari Fraksi Golkar.
Kebanggaan Warga Kota Bangun
Kepergian HM Syahrun HS meninggalkan catatan panjang dalam dunia politik dan organisasi di Kalimantan Timur. Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Haji Alung itu dikenal sebagai figur yang menapaki karier dari tingkat lokal hingga provinsi, dengan basis kuat di Kutai Kartanegara dan Kutai Barat.
Syahrun lahir di Kota Bangun, 3 Mei 1954. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 003 Kota Bangun, melanjutkan ke SMPN 01 Kota Bangun, dan menyelesaikan pendidikan menengah melalui SMA Paket C.
Di puncak karirnya sebagai pengusaha, Haji Alung membangun sebuah masjid yang membanggakan warga kampung halamannya di Kota Bangun pada tahun 2000-an.
Di luar jalur formal, kiprahnya banyak terbentuk melalui pengalaman organisasi dan kerja lapangan.
Aktivitas organisasi Syahrun mencakup berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat Wakil Bendahara Partai Golkar Kaltim (2003–2004), kemudian Bendahara Golkar Kaltim (2005–2013).
Di sektor jasa konstruksi, ia memimpin GAPENSI, mulai dari Ketua BPC Kukar hingga Ketua Umum BPD GAPENSI Kaltim. Ia juga tercatat sebagai Ketua IPDP Kabupaten Kukar, serta anggota Dewan Pertimbangan Kadin Kaltim.
Di dunia profesional, Syahrun pernah bekerja sebagai staf keuangan di perusahaan swasta sebelum memimpin PT Bantera Bahagia sebagai direktur utama. Latar ini kerap memengaruhi pandangannya soal ekonomi daerah dan pengelolaan anggaran.
Editor : Uways Alqadrie