Luapan air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setengah badan orang dewasa hingga menutup atap rumah.
Desa Mayanau menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, warga terlihat berdiri di lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari derasnya arus banjir.
Seorang warga perempuan merekam kondisi sekitar sambil menyebutkan air terus naik dan masuk ke rumah-rumah penduduk.
Di lokasi lain, seorang warga laki-laki melaporkan air telah mencapai atap rumahnya.
Ia mengungkapkan kekhawatiran karena aliran listrik belum dipadamkan meski banjir semakin tinggi. Warga meminta pihak PLN segera memutus aliran listrik untuk mencegah risiko tersengat arus listrik.
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu akses transportasi. Jalan penghubung di kawasan perbatasan Mandingin–Batu Hitam, tepatnya di wilayah Gambah dekat danau, terendam air. Kendaraan yang melintas dilaporkan terendam hingga separuh badan kendaraan.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena jalur tersebut merupakan salah satu akses yang sering dilalui jemaah Haul Guru Sekumpul. Menjelang pelaksanaan haul pada Minggu, 28 Desember 2025, arus perjalanan jemaah dari berbagai daerah mulai meningkat.
Warga setempat mengimbau para jemaah dan pengelola rest area haul agar tidak melintasi jalur Mandingin–Batu Hitam untuk sementara waktu.
Mereka khawatir kendaraan mogok di tengah genangan, yang dapat memicu kemacetan dan membahayakan keselamatan.
Hingga Sabtu siang, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Aparat setempat dan relawan masih memantau perkembangan banjir sambil menunggu surutnya air.
Editor : Uways Alqadrie