Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pelatih Valencia Femenino B dan Tiga Anaknya Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo

Uways Alqadrie • Minggu, 28 Desember 2025 | 06:38 WIB

Petugas SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri memberikan penjelasan kepada wisatawan asing yang selamat usai kapal wisata tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur. (FOTO: IST)
Petugas SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri memberikan penjelasan kepada wisatawan asing yang selamat usai kapal wisata tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, DENPASAR - Klub sepak bola Valencia CF mengonfirmasi wafatnya Fernando Martín, pelatih Valencia Femenino B, dalam kecelakaan kapal wisata di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. 

Dalam insiden yang sama, tiga anak Fernando Martín juga meninggal dunia. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Valencia CF melalui pernyataan resmi di media sosial klub. 

Manajemen klub menyatakan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Martín dan anak-anaknya dalam kecelakaan laut yang terjadi di Indonesia, sebagaimana telah dikonfirmasi oleh otoritas setempat.

“Valencia CF menyampaikan duka cita terdalam kepada keluarga, sahabat, dan seluruh rekan kerja Fernando Martín di Valencia CF, Valencia CF Femenino, dan akademi klub,” tulis manajemen klub dalam pernyataannya.

Insiden kapal tenggelam itu terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025, di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. 

Kapal wisata KM Putri Sakinah yang membawa rombongan wisatawan mengalami kecelakaan saat berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyatakan kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari wisatawan mancanegara, awak kapal, dan seorang pemandu wisata. Empat penumpang yang sempat dinyatakan hilang diketahui merupakan satu keluarga warga negara Spanyol.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan kapal mengalami mati mesin sekitar pukul 20.30 Wita sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam. 

Kondisi gelombang laut yang mencapai lebih dari dua meter diduga memperparah situasi dan menyulitkan proses evakuasi awal.

Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, dan unsur terkait berhasil mengevakuasi tujuh orang dalam keadaan selamat. 

Sementara empat korban lainnya, yang kemudian dipastikan adalah Fernando Martín dan ketiga anaknya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kementerian Perhubungan menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut dan memastikan proses pencarian serta penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas di tengah cuaca dan kondisi laut yang tidak stabil.

Editor : Uways Alqadrie
#valencia cf #labuan bajo #Denpasar Bali #kapal tenggelam #pulau komodo