Kebakaran tersebut menewaskan sedikitnya 16 penghuni panti lanjut usia. Saat kejadian, Ci Hoa—sapaan akrab Lao Kiem Hoa—mengaku telah berada di kamar dan bersiap untuk beristirahat sekitar pukul 20.00 Wita.
Ia tidak menaruh kecurigaan apa pun hingga mendengar ketukan keras disertai teriakan panik dari luar kamar.
Penjaga panti yang memanggilnya meminta Ci Hoa segera keluar.
Ketika pintu kamar dibuka, api disebut telah membesar di area luar kamar dan asap mulai memenuhi lorong. Situasi tersebut membuat suasana panti berubah menjadi kacau.
Dengan kondisi fisik yang terbatas dan hanya dapat berjalan menggunakan alat bantu, Ci Hoa berupaya menyelamatkan diri.
Ia mengaku tidak mampu bergerak cepat. Dalam kondisi darurat itu, seorang penatua panti datang dan menggendongnya menjauh dari bangunan yang mulai dilalap api.
Ci Hoa menempati kamar bersama seorang lansia lain yang sedang sakit dan tidak dapat bergerak dari tempat tidur.
Menurut Ci Hoa, penghuni tersebut tidak sempat diselamatkan saat api terus menjalar dan kepulan asap semakin tebal.
Kebakaran itu membuat Ci Hoa kehilangan seluruh barang pribadinya. Ia keluar dari panti hanya dengan pakaian yang dikenakan. Meski demikian, ia menyebut keselamatannya sebagai anugerah Tuhan.
Ci Hoa diketahui tinggal di Panti Werdha Ranomuut sejak 2023. Sebelumnya, ia hidup sendiri di wilayah Karame, Manado, sebelum akhirnya masuk ke panti setelah rumahnya dijual.
Hingga kini, ia masih menjalani perawatan medis bersama sejumlah korban selamat lainnya di RSUD Manado.
Baca Juga: Polisi Ungkap Latar Kasus Anak yang Membunuh Ibu di Medan: Gara-gara Terobsesi Game Murder Mystery
Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Aparat juga melakukan pendataan terhadap korban meninggal dan korban selamat dalam peristiwa tersebut.
Editor : Uways Alqadrie