Kunjungan ini sekaligus menjadi rangkaian agenda Presiden menjelang penutupan tahun 2025.
Pesawat yang membawa Prabowo dan rombongan terbatas mendarat di Bandara Raja Sisingamangaraja XII sekitar pukul 11.20 WIB. Dari bandara, Prabowo melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Tapanuli Selatan menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara.
Di Tapanuli Selatan, Presiden meninjau pembangunan jembatan Bailey yang dibangun oleh aparat bersama masyarakat setempat.
Jembatan darurat tersebut disiapkan sebagai penghubung antarwilayah yang terputus akibat banjir dan longsor. Pemerintah berharap keberadaan jembatan itu dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi logistik, serta akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
Selain memantau pembangunan infrastruktur, Prabowo juga dijadwalkan mengunjungi posko pengungsian warga terdampak bencana.
Pemerintah menargetkan percepatan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak melalui pembangunan infrastruktur sementara dan penyaluran bantuan.
Kepala Kantor Staf Presiden M. Qodari mengatakan, Presiden juga akan melanjutkan kunjungan ke Aceh. Prabowo disebut akan menghabiskan malam pergantian tahun 2026 bersama masyarakat Aceh sebagai bentuk solidaritas kepada warga yang terdampak bencana.
Kunjungan ke Tapanuli Utara ini merupakan yang kelima dilakukan Prabowo ke wilayah terdampak banjir di Pulau Sumatra sepanjang akhir 2025. Sebelumnya, pada pertengahan Desember, Prabowo meninjau sejumlah titik bencana di Sumatera Barat.
Termasuk Jembatan Bailey Mantuang di Padang Pariaman, pembangunan jalan di Lembah Anai, Tanah Datar, serta posko pengungsian di Kabupaten Agam.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah terus bekerja memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.
Ia menyatakan pemulihan wilayah terdampak menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Editor : Uways Alqadrie