Data Angkatan Udara Ukraina yang dikutip dari laporan AFP menunjukkan Rusia menembakkan sedikitnya 5.134 drone selama Desember 2025.
Baca Juga: KUHP Baru Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Seks di Luar Nikah dan Penghinaan Presiden Bisa Dipidana
Angka tersebut turun sekitar enam persen dibandingkan bulan November. Penurunan juga terlihat pada penggunaan rudal, yang merosot hingga 18 persen dalam periode yang sama.
Namun, melemahnya volume serangan tidak serta-merta mengurangi tekanan terhadap Ukraina. Sistem perlindungan udara Kyiv justru mencatat penurunan efektivitas.
Sepanjang Desember, Ukraina hanya mampu menetralisasi sekitar 80 persen ancaman udara, lebih rendah dibandingkan tingkat keberhasilan 82 persen pada bulan sebelumnya.
Serangan-serangan tersebut terus menargetkan fasilitas vital, khususnya jaringan energi. Akibatnya, ratusan ribu warga Ukraina dilaporkan mengalami gangguan pasokan listrik di tengah musim dingin.
Desakan militer Rusia juga terjadi bersamaan dengan mempertimbangkan Ukraina di sejumlah medan tempur darat. Situasi ini diperparah oleh meningkatnya eskalasi retorika Moskow, terutama setelah adanya laporan serangan terhadap rumah pribadi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga: Lima Keutamaan Membaca Selawat Nabi pada Hari Jumat, Salah Satunya Menghapus Dosa Puluhan Tahun
Sejak Mei 2025, Rusia melaporkan melancarkan serangan drone ke Ukraina hampir setiap malam tanpa jeda.
Hingga kini, upaya diplomasi yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum menghasilkan kesepakatan atau perubahan signifikan dari Kremlin terkait izin perang.
Editor : Uways Alqadrie