KALTIMPOST.ID-Ramainya Pantai Kilang Mandiri selama libur panjang akhir tahun memperlihatkan satu pola yang relatif konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pariwisata Kaltim masih digerakkan terutama oleh wisatawan lokal.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Balikpapan Joko Purwanto mengonfirmasi kondisi tersebut.
Ia menyebut momen libur Natal dan Tahun Baru 2025 belum menunjukkan kebangkitan signifikan wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Eropa.
“Yang datang ke objek wisata sebagian besar wisatawan lokal. Favoritnya masih IKN (Ibu Kota Nusantara). Ingar-bingar hotel juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah faktor memengaruhi situasi itu. Selain cuaca yang kurang bersahabat, promosi pariwisata Kaltim ke pasar luar negeri dinilai masih sangat minim. “Event belum pulih seperti sebelum pandemi.
Promosi ke luar hampir tidak ada, baik lewat media sosial, pameran, maupun business to business.
Akhirnya wisman melirik daerah lain, seperti Kalimantan Tengah yang sekarang berkembang pesat,” katanya.
Selain itu, Joko menilai potensi ekowisata di Kaltim belum tergarap optimal. Padahal ekowisata itu unggulan untuk wisman. Tapi kalau tidak dipromosikan dengan serius, orang tidak akan tahu.
“Branding destinasi dan penawaran paket wisata ke mitra luar negeri itu sangat penting, dan ini belum maksimal dilakukan,” katanya.
Di tengah minimnya wisman, keberadaan IKN justru menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik.
Rasa penasaran terhadap pembangunan ibu kota baru mendorong warga dari berbagai daerah datang untuk melihat langsung.
Ditambah dibukanya Tol IKN semakin memudahkan warga yang hendak ke ibu kota baru itu. Di sisi lain, mereka juga ingin menjajal tol baru.
Joko optimistis, dengan strategi yang tepat, kunjungan wisman akan mulai meningkat. “Bali sudah tidak lagi jadi satu-satunya pilihan. Wisman akan menyebar ke pelosok Nusantara. Kaltim punya peluang besar, asal promosinya serius,” katanya. (rd)
Editor : Romdani.