Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jakarta Dinobatkan sebagai Megapolitan Terpadat di Dunia, Lampaui Tokyo

Ari Arief • Senin, 5 Januari 2026 | 06:00 WIB

Kota Jakarta
Kota Jakarta

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Berdasarkan data terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jakarta kini menyandang status sebagai kota terbesar di dunia dengan total penduduk menyentuh angka 41,9 juta jiwa.

Pencapaian ini secara resmi menggeser posisi Tokyo yang selama puluhan tahun berada di puncak, namun kini harus turun ke peringkat ketiga. Posisi kedua sendiri saat ini ditempati oleh Dhaka.

Pergeseran ini dipicu oleh dinamika demografi yang kontras. Laporan Kyodo menyebutkan bahwa Tokyo, yang pada tahun 2000 merupakan kota nomor satu dunia, mengalami penyusutan populasi dari 33,4 juta jiwa di tahun 2025 dan diprediksi akan terus melandai hingga ke angka 30,7 juta pada pertengahan abad nanti.

Baca Juga: Sebut Kenaikan UMP di Kaltim Bukan Peningkatan Kesejahteraan, tapi Menutup Ketertinggalan

Proyeksi PBB untuk tahun 2050 menunjukkan pergeseran dominasi kota-kota di negara berkembang.

Dhaka diperkirakan akan mengambil alih posisi puncak dengan populasi fantastis mencapai 52,1 juta orang.

Berikutnya, daftar kota raksasa akan diisi oleh Dhaka, Jakarta, Shanghai, New Delhi, Karachi, Kairo.

Sementara itu, Tokyo diprediksi akan terlempar ke posisi ketujuh akibat rendahnya angka kelahiran di Jepang.

Hal serupa juga membayangi kota-kota besar lain seperti Seoul dan pusat urban di Tiongkok yang mulai menghadapi tren penurunan penduduk secara signifikan.

Baca Juga: Hoaks Menyebar Lebih Cepat dari Fakta, Ini 5 Cara Sederhana agar Tidak Terjebak

PBB menggunakan kriteria khusus dalam menentukan batas wilayah urban guna menjaga keakuratan perbandingan antarnegara.

Sebuah wilayah disebut "kota" jika merupakan aglomerasi dengan kepadatan penduduk minimal 1.500 jiwa per kilometer persegi dan populasi terkecil 50.000 jiwa.

Sebagai contoh, perhitungan populasi Tokyo mencakup integrasi wilayah satelit seperti Kanagawa, Chiba, dan Saitama.

Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA) merilis laporan ini sebagai panduan bagi pemerintah dunia dalam menyusun kebijakan pembangunan berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga: Inggris Terbitkan Larangan Berkunjung ke Indonesia 2026, Ancaman Gunung Api Jadi Pemicu Utama

Beberapa poin penting dalam laporan tersebut meliputi ledakan urban, saat ini, sekitar 45% dari 8,2 miliar manusia di bumi menetap di perkotaan, angka ini melonjak dua kali lipat lebih sejak 1950. Hingga 2050, dua per tiga pertumbuhan populasi global diprediksi akan terkonsentrasi di kawasan megapolitan.

Meskipun urbanisasi meningkat secara global, kota-kota di negara maju justru menghadapi ancaman depopulasi yang drastis.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#jakarta #tokyo #Terpadat #dunia #Kota Terbesar #pbb