Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Fungsional Terbatas Tol Balikpapan–IKN Berakhir, Sebanyak 91 Ribu Kendaraan Melintas Selama Libur Nataru

Dina Angelina • Senin, 5 Januari 2026 | 05:35 WIB
Kendaraan yang melintas pada hari terakhir fungsional terbatas Jalan Tol Balikpapan-IKN. (FOTO PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)
Kendaraan yang melintas pada hari terakhir fungsional terbatas Jalan Tol Balikpapan-IKN. (FOTO PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

KALTIMPOST.ID-Aktivitas fungsional terbatas Jalan Tol Balikpapan-Ibu Kota Nusantara (IKN) telah berakhir sesuai jadwal pada 4 Januari 2026. Sejak pertama kali dibuka pada 20 Desember 2025.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim melihat masyarakat sangat antusias memanfaatkan kesempatan tersebut. Terlebih dalam momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Tercatat 91.000 kendaraan melintas selama 16 hari pemberlakuan fungsional terbatas jalan bebas hambatan tersebut. Ada beberapa faktor yang melandasi keramaian tersebut.

Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana mengatakan, masyarakat antusias untuk mencoba tol terpanjang di Indonesia. “Saat ini yang berlaku fungsional terbatas jalan tol Balikpapan - IKN memiliki panjang 50 kilometer,” katanya.

Kemudian faktor pendukung lainnya, jalan tol membuat akses ke IKN semakin dekat. Sehingga masyarakat yang ingin melihat IKN turut menggunakan tol tersebut.

Setelah ini, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki segala kekurangan. “Sebelum nanti ada persetujuan untuk fungsional terbatas lanjutan pada Lebaran,” ucapnya.

Harapannya ketika mendekati Idulfitri, kondisi Jalan Tol Balikpapan - IKN sudah semakin baik.

Sehingga bisa digunakan kembali oleh masyarakat. Baik menuju Penajam Paser Utara/Kalsel, IKN, maupun sebaliknya.

Kepala Satker Pelaksanaan Pembangunan IKN II Alfin Jerry menuturkan, rata-rata kendaraan yang melintas sekitar 4.000-5.000 unit per hari pada fungsional terbatas jalan Tol Balikpapan - IKN. Sejauh ini tidak ada kendala berarti.

Namun pihaknya melihat selama operasional ada kendaraan yang mengalami pecah ban, kehabisan bensin, dan mogok.

Kemudian melakukan perbaikan yang menjadi catatan evaluasi selama fungsional terbatas.

Seperti merapikan rambu-rambu, pengaspalan terakhir, pelebaran jalan, dan sebagainya. “Target ke depan kita persiapan jalur Lebaran awal Maret agar jalanan lebih aman,” tutupnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #Tol Balikpapan Samarinda #Natal dan tahun baru (nataru) #ibu kota nusantara #Kutai Barat