KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Peristiwa tongkang bermuatan batu bara yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda, pada Minggu (4/1) dini hari bikin geger. Tak hanya menghantam jembatan, dua tongkang tersebut juga sempat menabrak rumah warga hingga merusak bagian dapur.
Peristiwa itu langsung ditanggapi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda. Pelindo memastikan proses evakuasi dilakukan cepat untuk mencegah risiko lanjutan terhadap infrastruktur jembatan dan keselamatan pelayaran.
Dua tongkang yang terlibat masing-masing bernama Robby 311 yang ditarik tugboat Bloro 7, serta Danny 95 yang ditarik tugboat Raja Laksana 166. Keduanya dilaporkan hanyut sebelum akhirnya menabrak rumah warga dan kaki jembatan.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Dua Tongkang Batu Bara Tabrak Kaki Jembatan Mahakam Ulu, Seluruh ABK Diamankan
Dalam rilis resminya, Pelindo menjelaskan insiden terjadi akibat tali tambat kapal putus, ditambah kondisi baling-baling kapal yang terbelit tali second towing, sehingga kapal kehilangan kemampuan olah gerak dan terbawa arus menuju jembatan.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt Suparman mengatakan, begitu menerima laporan awal, pihaknya langsung bergerak melakukan koordinasi internal dan dengan pemangku kepentingan terkait.
“Begitu informasi diterima, kami langsung mengerahkan armada assist untuk melakukan evakuasi. Fokus utama kami adalah menjaga keselamatan, mencegah risiko lanjutan terhadap infrastruktur jembatan, serta memastikan alur pelayaran tetap aman,” ujar Suparman.
Untuk proses evakuasi, Pelindo mengerahkan tiga kapal assist, yakni TB Mangkujenang VII, TB Herlin 2, dan TB HNJ 09. Berkat koordinasi cepat, kedua tongkang berhasil dievakuasi dan ditambatkan kembali dengan aman.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Dua Tongkang Tabrak Rumah Warga Samarinda, Satu Hantam Jembatan Mahakam Ulu
Seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 07.00 Wita, tanpa adanya korban jiwa. Sementara itu, SVP Sekretaris Perusahaan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Tubagus Patrick menegaskan, keterlibatan SPJM merupakan bagian dari komitmen menjaga keselamatan pelayaran dan pengamanan objek vital nasional.
“SPJM senantiasa siap mendukung penanganan kondisi darurat di perairan. Respon cepat ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan, serta keamanan infrastruktur strategis,” katanya.
Pelindo Regional 4 dan SPJM memastikan pemantauan pascakejadian terus dilakukan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahulu tetap aman dan aktivitas pelayaran berjalan normal. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki