Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam (1/1/2026) di wilayah Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao. Berdasarkan keterangan korban, ia mendatangi area di sekitar aliran sungai untuk menegur aktivitas sekelompok orang yang dinilainya mengganggu. Namun situasi justru berujung ricuh.
Korban mengaku dilempari batu, diseret, lalu dipukul hingga terjatuh ke semak-semak. Warga kemudian menemukan Saudah dalam kondisi luka di bagian wajah dan tubuh. Kasus ini langsung ditangani aparat kepolisian setempat.
Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat menyatakan penyidik telah mengidentifikasi sedikitnya enam orang yang diduga terlibat. “Penyelidikan masih berjalan. Kami fokus mengumpulkan bukti dan mendalami motif kejadian,” ujarnya.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat, Ade Herdiwansyah, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak terpancing emosi. Ia meminta warga menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Kondisi pasca-bencana membutuhkan ketenangan. Jangan sampai muncul tindakan balasan yang justru memperkeruh keadaan,” kata Ade dalam keterangannya.
Desakan penegakan hukum juga datang dari pemerintah daerah. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, meminta kepolisian bertindak tegas dan profesional dalam menangani kasus kekerasan terhadap warga lanjut usia tersebut.
Saat ini korban masih menjalani perawatan medis, sementara kepolisian memastikan proses hukum menjadi prioritas guna mencegah kejadian serupa terulang.
Polres Pasaman dilaporkan telah menetapkan seorang pria berinisial IS (26) sebagai terduga pelaku setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif.
"Terduga pelaku tercatat sebagai mahasiswa dan berdomisili di Jorong VI Lubuk Aro, Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menyimpulkan bahwa pelaku bertindak seorang diri tanpa ada pihak lain yang terlibat," ujar Agus dalam keterangannya.
Pemicu peristiwa itu, kata Agus, diduga berkaitan dengan persoalan internal keluarga, khususnya sengketa tanah kaum.
Dalam pengakuannya, IS mengakui telah memukul wajah korban berulang kali menggunakan kedua tangannya.
Baca Juga: Banjir Bandang di Sitaro Sulawesi Utara! Jumlah Korban Tewas Naik Jadi 12 Orang, Ini Daftarnya
Saat ini, kata Agus, terduga pelaku ditahan di Mapolres Pasaman. Penyidik Satreskrim tengah melakukan pemeriksaan lanjutan guna memperdalam motif, rangkaian kejadian, dan alat bukti.
Sementara itu Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa proses penangkapan berjalan tanpa insiden.
Pendekatan yang melibatkan keluarga, tokoh adat, Niniak Mamak, serta pemuka masyarakat dinilai efektif menurunkan ketegangan.
Editor : Uways Alqadrie