Kepastian itu disampaikan Prabowo dengan cara mengabsen satu per satu ketua umum partai politik pendukung pemerintah.
Momen tersebut terjadi di akhir pengarahan Presiden hingga jajaran kabinet. Prabowo menyebut masih banyak agenda evaluasi yang perlu dibahas lebih lanjut, namun sebagian di antaranya tidak dapat disampaikan secara terbuka kepada media.
Baca Juga: Resmi 2026: Unjuk Rasa Tak Lagi Butuh Izin Polisi, Ini Penjelasan Mahfud MD
“Saudara-saudara, banyak sekali yang kita akan review, tapi saya kira taklimat yang selanjutnya sebaiknya kawan-kawan media kita istirahat dulu. Kalau mungkin perlu makan dan minum kopi sambil saya memberi petunjuk-petunjuk yang lebih rinci, jadi ada hal-hal yang boleh terbuka, tapi ada hal-hal yang sebaiknya kita simpan dulu,” ujar Prabowo.
Sebelum melanjutkan agenda tertutup, Prabowo sempat meminta persetujuan seluruh anggota kabinet yang hadir. Ia pun berkelakar karena suasana persetujuan tersebut mengingatkannya pada sidang di DPR.
"Bagaimana? Setuju? Kok gak semangat setujunya, setuju?" tanya Prabu.
“Setuju,” jawab para menteri serempak.
“Ha-ha-ha...biasa saja di DPR,” timpalnya disambut tawa.
Dalam suasana santai tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra kemudian menegaskan kekompakan koalisi dengan mengabsen kepada ketua partai umum politik pendukung pemerintah.
"Tapi di sini bersatu kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada," kata Prabowo.
Presiden juga sempat menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Dengan nada bercanda, Prabowo menyampaikan perhatian khusus terhadap partai tersebut.
Baca Juga: Inflasi Desember 2025 Balikpapan Didominasi Jasa dan Konsumsi, Perawatan Pribadi Juga Ikut Melonjak
"Ketua PKB ada? PKB ini harus membanggakan terus ini," ucapnya.
Retret kabinet di Hambalang digelar sebagai bagian dari evaluasi kinerja kementerian serta penyelarasan program pemerintahan ke depan. Sejumlah agenda pembahasan dilakukan secara tertutup untuk menjaga efektivitas dan kerahasiaan strategi kebijakan.
Editor : Uways Alqadrie