KALTIMPOST.ID, PT Pelindo Regional 4 jadi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang diberi kewenangan sebagai operator pengelolaan lalu lintas air di Sungai Mahakam. Kewenangan mereka ada pada pemanduan dan pengolongan kapal di lima jembatan yang membentang di atas Sungai Mahakam.
Dari kewenangan itu, pengolongan yang dijalankan Pelindo hanya dilakukan saat air pasang. "Ketika sungai surut, aktivitas itu dihentikan," kata General Manager Pelindo Regional 4, Capt. Suparman, di sela-sela Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kaltim, Rabu, 7 Januari 2026.
Soal pengawasan, Pelindo tak sepenuhnya mengandalkan mata manusia. Di dua jembatan, Mahakam I dan Mahakam Ulu(Mahulu), sudah dipasangi CCTV. Pemasangan itu hasil kolaborasi dengan BUMD Kaltim, PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KMBS). T
eknologi bukan satu-satunya. Di lapangan, SDM pemandu di pilot station terus berkomunikasi lewat radio. Sensor pergerakan kapal pun juga dipasang untuk memastikan apakah kapal sedang bertambat atau bergerak.
Baca Juga: Empat Kali Jembatan di Sungai Mahakam Ditabrak, Ini Penjelasan KSOP Samarinda
"Ke depan, kami pastikan tak ada lagi insiden serupa,” ujar Capt. Suparman, General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda. Evaluasi segera dilakukan. Ia tak menampik, sistem yang ada masih belum berjalan optimal.
Persoalan utama dari sejumlah insiden di bawah jembatan. Kata dia, bukan pada jumlah personel, tapi pada pola kerja kepanduan. Secara perencanaan, SDM pandu dinilai cukup. Yang perlu dibenahi adalah jam operasionalnya.
Selama ini, kepanduan hanya aktif saat ada jadwal aktivitas kapal. Pelindo ingin mengubah itu. Pengawasan diarahkan berjalan penuh, 24 jam, meski tak ada agenda pengeluaran kapal di bawah jembatan.
Baca Juga: Perusahaan Penabrak Jembatan Mahulu Serahkan Cek Rp 30 Miliar ke PUPR Kaltim
"Skema pengawasan nonstop itu akan ditopang operator radio dan teknologi yang sudah dimiliki. Dengan begitu, kontrol tak lagi bersifat reaktif, melainkan preventif," tegasnya.
Kolaborasi Pelindo dengan PT KMBS pun tak hanya pada pemasangan CCTV. Kerja sama itu mencakup penyediaan sarana dan prasarana pemanduan, termasuk kapal tunda. Jembatan-jembatan yang ada juga sudah diasuransikan oleh daerah. Sehingga Pelindo dan Pemprov Kaltim, melalui KMBS berbagai peran dalam memastikan aset-aset vital daerah tetap aman. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki