Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

69 Tahun Pemprov Kaltim: Jalan Rusak Antarwilayah Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Nasya Rahaya • Jumat, 9 Januari 2026 | 07:00 WIB

KONDISINYA MEMPRIHATINKAN:  Jalan poros Kabupaten Kutai Barat arah Samarinda yang rusak parah dan hampir merata sepanjang jalan, ditinjau Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan rombongan, Kamis (8/1).
KONDISINYA MEMPRIHATINKAN: Jalan poros Kabupaten Kutai Barat arah Samarinda yang rusak parah dan hampir merata sepanjang jalan, ditinjau Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan rombongan, Kamis (8/1).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Di usia ke-69 Pemerintah Provinsi Kaltim, persoalan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Pengamat ekonomi Universitas Mulawarman, Aji Effendi, menilai perbaikan jalan antarwilayah tidak bisa lagi ditunda.

“Seharusnya tidak ada lagi jalan penghubung antar kabupaten yang rusak parah,” tegas Aji. Ia menyoroti kondisi jalan menuju Kutai Barat, Mahakam Ulu, hingga akses Kutai Timur–Berau yang masih jauh dari layak. Kondisi tersebut berdampak langsung pada mobilitas dan biaya ekonomi masyarakat.

“Jalan yang seharusnya ditempuh tiga sampai empat jam, bisa menjadi 12 jam karena rusak,” sebutnya kepada Kaltim Post, Rabu (7/1). Menurut Aji, infrastruktur jalan bukan hanya soal fisik, tetapi juga pengungkit ekonomi daerah dan interkonektivitas antarwilayah. “Tidak boleh lagi ada jalan rusak parah. Ini soal konektivitas ekonomi. Mau jalan provinsi atau nasional, yang penting bisa dilalui dengan layak,” ucapnya.

Aji Sofyan Effendi.
Aji Sofyan Effendi.

Sorotan serupa disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Ia menyoroti kerusakan parah ruas jalan nasional yang menghubungkan Kutai Barat hingga Mahakam Ulu (Mahulu), yang dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat serta mengganggu distribusi logistik ke wilayah pedalaman.

Hal itu disampaikan Rudy saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Muaralawa, Kampung Dingin, Kubar, Kamis (8/1) pagi.  Di lokasi tersebut, gubernur menyaksikan langsung antrean kendaraan logistik yang mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang rusak berat. “Itu jalan nasional, tetapi hampir seluruh ruas yang kami lalui dari Kubar menuju Kebong dan akses ke Mahulu rusak parah.

Aktivitas masyarakat terhambat, distribusi barang dan jasa terganggu, bahkan membahayakan keselamatan,” kata Rudy. Ia menuturkan, banyak kendaraan pengangkut keperluan pokok dan bahan bakar minyak mengalami kerusakan serius, mulai dari patahnya gardan hingga kendaraan yang tidak mampu melanjutkan perjalanan.

KONDISINYA MEMPRIHATINKAN:  Jalan poros Kabupaten Kutai Barat arah Samarinda yang rusak parah dan hampir merata sepanjang jalan, ditinjau Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan rombongan, Kamis (8/1).
KONDISINYA MEMPRIHATINKAN: Jalan poros Kabupaten Kutai Barat arah Samarinda yang rusak parah dan hampir merata sepanjang jalan, ditinjau Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan rombongan, Kamis (8/1).

Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama di Mahulu yang merupakan salah satu wilayah paling pedalaman di Kaltim. “Yang kami lihat di lapangan, hampir semua kendaraan logistik bermasalah. Itu tentu berdampak langsung pada distribusi BBM (bahan bakar minyak), sembako, dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Rudy meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera mengambil langkah cepat dengan melakukan penanganan darurat. Menurutnya, perbaikan sementara mutlak diperlukan agar jalan kembali dapat dilalui dengan aman oleh masyarakat dan kendaraan logistik.

“Paling tidak segera dibereskan agar masyarakat bisa beraktivitas dan distribusi logistik tidak terhambat. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya. (*/riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
#pemprov kaltim #samarinda #Kutai Barat #jalan rusak