Empat sumber yang mengetahui pembahasan internal itu menyebutkan, pejabat AS mempertimbangkan pembayaran langsung dengan nilai antara 10.000 hingga 100.000 dolar AS per orang.
Jika dikonversi, angka tersebut setara Rp168 juta hingga lebih dari Rp1,6 miliar untuk setiap penduduk Greenland.
Greenland merupakan wilayah otonom Denmark dengan jumlah penduduk sekitar 57.000 jiwa. Meski demikian, otoritas di Kopenhagen dan Nuuk menegaskan bahwa Greenland tidak untuk diperjualbelikan dan status wilayah tersebut hanya bisa ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.
Wacana insentif tunai ini disebut sebagai salah satu dari sejumlah opsi yang dibahas Gedung Putih untuk memperluas pengaruh AS di kawasan Arktik.
Namun, rencana tersebut menuai kritik karena dinilai merendahkan aspirasi politik warga Greenland yang selama ini memperdebatkan masa depan mereka secara mandiri.
Penolakan juga datang dari negara-negara Eropa. Sejumlah anggota NATO, termasuk Prancis, Jerman, Inggris, dan Denmark, menegaskan bahwa keputusan terkait Greenland tidak bisa diintervensi pihak luar, meski AS merupakan sekutu pertahanan
Editor : Uways Alqadrie