Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Amerika Serikat Iming-imingi Uang Tunai hingga Rp 1,6 M untuk Warga Greenland, Denmark dan Eropa Menolak

Uways Alqadrie • Jumat, 9 Januari 2026 | 08:27 WIB

Permukiman warga di Greenland yang diselimuti salju, wilayah otonom Denmark di kawasan Arktik. Amerika Serikat menyiapkan hingga Rp 1,6 miliar per warga kepada yang setuju bergabung. (Foto ist)
Permukiman warga di Greenland yang diselimuti salju, wilayah otonom Denmark di kawasan Arktik. Amerika Serikat menyiapkan hingga Rp 1,6 miliar per warga kepada yang setuju bergabung. (Foto ist)
KALTIMPOST.ID, WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tengah membahas skema pemberian uang tunai kepada warga Greenland sebagai bagian dari upaya mendorong wilayah tersebut memisahkan diri dari Denmark dan bergabung dengan Amerika Serikat.

Empat sumber yang mengetahui pembahasan internal itu menyebutkan, pejabat AS mempertimbangkan pembayaran langsung dengan nilai antara 10.000 hingga 100.000 dolar AS per orang.

Jika dikonversi, angka tersebut setara Rp168 juta hingga lebih dari Rp1,6 miliar untuk setiap penduduk Greenland.

Greenland merupakan wilayah otonom Denmark dengan jumlah penduduk sekitar 57.000 jiwa. Meski demikian, otoritas di Kopenhagen dan Nuuk menegaskan bahwa Greenland tidak untuk diperjualbelikan dan status wilayah tersebut hanya bisa ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.

Wacana insentif tunai ini disebut sebagai salah satu dari sejumlah opsi yang dibahas Gedung Putih untuk memperluas pengaruh AS di kawasan Arktik.

Namun, rencana tersebut menuai kritik karena dinilai merendahkan aspirasi politik warga Greenland yang selama ini memperdebatkan masa depan mereka secara mandiri.

Penolakan juga datang dari negara-negara Eropa. Sejumlah anggota NATO, termasuk Prancis, Jerman, Inggris, dan Denmark, menegaskan bahwa keputusan terkait Greenland tidak bisa diintervensi pihak luar, meski AS merupakan sekutu pertahanan

Editor : Uways Alqadrie
#nato #amerika serikat #denmark #donald trump #Greenland