KALTIMPOST.ID,IKN-Infrastruktur jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) mengalami kerusakan serius. Ruas jalan di Kilometer 11, Balikpapan Utara, khususnya pada segmen 3A2, dilaporkan patah dan ambruk, Jumat (9/1/2026) pagi. Kerusakan ini diduga kuat terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Balikpapan sejak Kamis sore sebelumnya.
Salah seorang warga yang bekerja di sekitar lokasi, tanpa menyebutkan namanya, menyebutkan, bahwa akses tersebut masih dapat dilalui dengan normal pada Kamis pagi. Namun, kondisi berubah drastis saat ia kembali beraktivitas keesokan harinya. "Saat tiba di tempat kerja hari Jumat, saya melihat sambungan jalannya sudah patah dan roboh," ungkapnya.
Neny Triana, warga Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) juga membagikan foto jembatan tol yang tampak patah itu pada grup WhatsApp (WA), Jumat (9/1). Ia mengatakan, mendapatkan informasi tersebut dari seorang kawannya yang tinggal di Balikpapan. “Ini informasi valid, jalan tol ambruk di Km 11,” kata Neny Triana, mengingatkan Kawan-kawan dalam grup WA. “Jalan tol Km 11 yang baru runtuh karena hujan semalam,” tambahnya.
Baca Juga: Banjir Terparah dalam 26 Tahun Rendam Mentawir, PPU di Kawasan IKN
Menindaklanjuti insiden ini, petugas di lapangan telah menutup total akses Overpass Jalan Soekarno-Hatta KM 11 itu dengan menggunakan pagar pengaman. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah alat berat sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Sementara itu, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab teknis kerusakan tersebut.
Sebagai informasi tambahan, jalur yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN ini sebenarnya baru saja difungsikan secara terbatas selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Data mencatat lebih dari 91.000 kendaraan telah melintasi jalur ini sepanjang periode tersebut.
Meski sempat direncanakan untuk dibuka kembali pada musim mudik Lebaran mendatang, insiden patahnya jalan ini memaksa otoritas terkait untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh.(*)
Editor : Thomas Priyandoko