KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Terletak di jantung Kota Yerusalem, Palestina, kompleks Masjid Al-Aqsa berdiri megah di atas lahan seluas 35 hektare.
Situs yang telah ditetapkan Unesco sebagai warisan dunia ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol spiritual yang mendalam.
Sayangnya, hingga kini umat Muslim di sana masih harus menghadapi tantangan besar dalam beribadah akibat pendudukan dan tekanan dari pihak keamanan Israel.
Sebagai kiblat pertama dalam sejarah Islam dan tempat persinggahan suci Rasulullah SAW saat peristiwa Isra Mikraj, Al-Aqsa menyimpan berbagai fakta sejarah yang luar biasa.
Dikutip dari laman muslimhands.org.uk berikut adalah delapan poin penting mengenai situs suci ini
Lebih dari Sekadar Satu Bangunan
Banyak yang keliru menganggap Al-Aqsa hanya merujuk pada satu masjid di sudut selatan.
Faktanya, nama Masjid Al-Aqsa atau Al-Haram Asy-Syarif mencakup seluruh area di dalam tembok kompleks, termasuk Masjid Qibali dan Dome of the Rock (Kubah Batu).
Jejak Perjalanan Langit Rasulullah
Kompleks ini merupakan titik keberangkatan Nabi Muhammad SAW menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat.
Peristiwa Isra Mikraj ini mengukuhkan posisi Al-Aqsa sebagai situs tersuci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Transformasi Ikonik Kubah Batu
Dome of the Rock yang menjadi ikon Yerusalem awalnya dibangun menggunakan kayu dan logam sederhana pada masa Dinasti Umayyah. Lapisan emas berkilau yang kita lihat saat ini merupakan hasil renovasi besar-besaran di era Kekaisaran Ottoman di bawah kepemimpinan Sultan Sulaiman al-Qanuni.
Baca Juga: Masjid Negara Capai 90 Persen, Menag Targetkan Kompleks Religi IKN Rampung Jelang Ramadan
Tanah Peristirahatan Para Tokoh Suci
Kompleks Al-Haram Asy-Syarif diyakini menjadi lokasi pemakaman banyak nabi serta sahabat Rasulullah. Meski tidak semua titik makam teridentifikasi secara pasti, kesucian tanah ini menjadikannya tempat peristirahatan terakhir yang sangat istimewa.
Keunikan Mimbar Tanpa Paku
Salah satu artefak paling bersejarah adalah mimbar buatan Imad ad-Din Zengi. Karya seni ini sangat unik karena dirakit tanpa lem maupun paku. Mimbar ini akhirnya dipasang di Al-Aqsa oleh Salahuddin Al-Ayyubi setelah ia berhasil membebaskan Yerusalem.
Sejarah Pembersihan oleh Khalifah Umar
Baca Juga: Menyongsong Ramadan 2026, Kemenag Matangkan Operasional Masjid Negara IKN
Pada era Romawi, area suci ini sempat telantar dan dijadikan tempat pembuangan sampah. Namun, saat Khalifah Umar bin Khattab membebaskan kota ini, beliau memimpin langsung pembersihan situs tersebut dengan tangannya sendiri sebagai bentuk penghormatan.
Tempat Lahirnya Karya Besar Imam Al-Ghazali
Ulama besar Imam Al-Ghazali pernah menetap di kompleks ini dalam waktu yang lama.
Di bawah naungan Al-Aqsa pulalah beliau menyusun kitab monumentalnya, Ihya' Ulumuddin, yang hingga kini menjadi rujukan utama ilmu tasawuf dan akhlak.
Tragedi Kebakaran yang Memilukan
Masjid Qibali pernah mengalami kerusakan parah akibat pembakaran pada tahun 1969.
Tragedi ini menjadi peringatan bagi dunia internasional akan pentingnya perlindungan fisik terhadap situs-situs bersejarah yang rentan terhadap sabotase maupun kecelakaan sistemik.(*)
Editor : Dwi Puspitarini