Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemprov Kaltim Bidik Jasa Tambat Kapal Tongkang di Sungai Mahakam, Diklaim Mendongkrak PAD

Eko Pralistio • Selasa, 13 Januari 2026 | 19:09 WIB

Tambat atau area parkir kapal tongkang di Sungai Mahakam dinilai bisa mendongkrak pendapatan asli daerah. (DOK/KP)
Tambat atau area parkir kapal tongkang di Sungai Mahakam dinilai bisa mendongkrak pendapatan asli daerah. (DOK/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Pemprov Kaltim sedang merajut ulang wilayah mana saja yang memungkinkan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD), seiring dengan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) sekitar Rp 6 trilun.

Sungai Mahakam kini dilirik bukan hanya sebagai jalur logistik, tetapi juga mesin uang baru lewat rencana pengelolaan jasa tambat kapal tongkang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Yusliando membenarkan, pemerintah provinsi tengah merancang layanan tambatan atau area parkir kapal sebagai sumber pendapatan asli daerah.

Langkah itu diambil untuk menutup ruang fiskal yang kian menyempit akibat pemangkasan TKD. “Pemprov Kaltim berupaya mencari sumber-sumber pendapatan baru, khususnya untuk meningkatkan PAD,” ujar Yusliando, Selasa (13/1/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando. (EKO/KP)
Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando. (EKO/KP)

Menurutnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud sejak lama menaruh perhatian di sektor lalu lintas Sungai Mahakam. Aktivitas kapal tongkang yang padat tersebut dianggapnya menyimpan peluang ekonomi.

Baca Juga: PAD Kaltim Bocor, Potensi Rp 90 Miliar per Tahun dari Pemanduan Kapal Sungai Mahakam

“Alur Sungai Mahakam itu ada otoritasnya, yaitu KSOP. Karena itu kami juga berupaya agar KSOP dan Kementerian Perhubungan bisa memberi ruang bagi daerah untuk mendapatkan penghasilan di sana,” jelasnya.

Selama ini, Yusliando menyebut, pengelolaan alur sungai Mahakam dilakukan KSOP dengan melibatkan sejumlah vendor, termasuk Pelindo. Dishub Kaltim melihat celah yang belum digarap, yakni penyediaan jasa tambat kapal yang secara khusus dikelola daerah.

“Kita belum pernah menyediakan jasa tambat. Ini peluang PAD yang ingin kita dorong,” katanya. Pihaknya mengaku sudah mulai menyusun perencanaan pembangunan fasilitas tambat pada 2026. Tahap awal, lokasi pembangunan difokuskan pada lahan milik Pemprov Kaltim, masing-masing di Sungai Kunjang dan Sungai Lais.

Baca Juga: KSOP dan Pelindo Samarinda Buka Suara Usai Dilaporkan ke Ombudsman soal Tata Kelola Sungai Mahakam

Namun, Yusliando menegaskan, pembangunan dilakukan bertahap lantaran membutuhkan biaya besar. Nantinya, Dishub bertugas membangun infrastruktur, sementara pengoperasian dijalankan dengan skema bisnis ke bisnis.

“Pengelolaannya nanti oleh perusda, dalam hal ini PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KMBS), bekerja sama dengan KSOP. Targetnya, paling lambat 2027 KMBS sudah ditunjuk sebagai vendor pengelola,” ujarnya.

Senada, Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim Ahmad Maslihuddin menjelaskan, berdasarkan perencanaan awal, satu titik tambatan dapat menampung hingga 16 dolphin, terdiri dari enam dolphin di satu sisi dan sekitar 10 di sisi lainnya.

“Setiap dolphin itu rencananya bisa sampai tiga baris kapal. Jadi kapasitasnya cukup besar,” ungkapnya. Dishub Kaltim, lanjut dia, masih mengupayakan efisiensi anggaran agar konstruksi bisa diperluas. Targetnya, total tambatan dapat mencapai sekitar 20 titik di Sungai Mahakam. “Kami sedang merencanakan konstruksinya. Mudah-mudahan di akhir 2026 sudah bisa terealisasi,” pungkas Ahmad. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#sungai mahakam #tambat kapal #kaltim #pendapatan asli daerah (PAD)