Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Rencana Konversi BBG di Balikpapan Mandek, SPBG yang Dibangun Kementerian ESDM Kini Mangkrak

Muhammad Ridhuan • Minggu, 18 Januari 2026 | 07:05 WIB
SPBG di Jalan Marsma Iswahyudi, Balikpapan tak pernah difungsikan sejak selesai pembangunan.
SPBG di Jalan Marsma Iswahyudi, Balikpapan tak pernah difungsikan sejak selesai pembangunan.

KALTIMPOST.ID-Balikpapan pernah digadang-gadang menjadi kota percontohan konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke bahan bakar gas (BBG) lebih dari satu dekade lalu.

Itu karena kota ini dinilai ideal dekat dengan sumber gas bumi, memiliki infrastruktur migas, serta menjadi simpul transportasi utama di Kaltim.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun membangun beberapa SPBG di Balikpapan, baik berstatus mother station maupun daughter station.

Lokasinya tersebar, antara lain di kawasan Muara Rapak, Batu Ampar, dan Sepinggan dan diresmikan pada 2016 lalu.

Pemerintah pusat bahkan menyerahkan ratusan converter kit kepada Pemkot Balikpapan untuk dipasang pada kendaraan dinas dan angkutan umum.

Saat itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja pernah menyampaikan Balikpapan menjadi salah satu kota prioritas konversi BBG karena pasokan gas dinilai aman dan berkelanjutan.

“Gas lebih murah dan lebih bersih. Kalau ekosistemnya terbentuk, manfaatnya besar bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Wiratmaja saat itu.

Namun nasib program tersebut seolah menguap tanpa kejelasan. Di Balikpapan terdapat dua SPBG yang sudah terbangun.

Yakni di Jalan Pattimura, Batu Ampar dan Jalan Marsma Iswahyudi, Gunung Bakaran, Sepinggan. Dekat Kantor Kelurahan Damai Bahagia.

Di Gunung Bakaran, oleh warga sekitar, SPBG yang disebut mulai dibangun tahun 2013 lalu hingga kini tidak pernah dioperasionalkan. Kondisinya pun sepi dari aktivitas.

Pintu masuknya ditutup seng. Plang SPBG yang didominasi hijau dengan logo paling Kementerian ESDM Ditjen Migas tampak usang. Begitu pula dengan fasilitas di dalamnya. (rdh/rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Kementerian ESDEM #Kutai Barat #bahlil lahadalia