Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Prajogo Pangestu Kian Kokoh sebagai Orang Terkaya Indonesia, Lampaui Duo Hartono

Ari Arief • Selasa, 20 Januari 2026 | 15:10 WIB

Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Pundi-pundi kekayaan taipan Indonesia, Prajogo Pangestu, kembali menunjukkan lonjakan signifikan.

Dalam kurun waktu satu hari, nilai kekayaannya melambung sebesar US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 23,74 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.961 per dolar AS).

Merujuk pada data terbaru Forbes Real Time Billionaires per Selasa (20/1/2026), total kekayaan bersih pendiri Barito Pacific ini menyentuh angka US$ 36 miliar, atau setara dengan Rp 610,59 triliun.

Angka fantastis tersebut tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di tanah air, tetapi juga menempatkannya di urutan ke-60 dalam jajaran orang paling tajir di dunia.

Prajogo kini resmi mengungguli duo Hartono yang selama ini mendominasi puncak daftar.

Saat ini, Robert Budi Hartono mencatatkan kekayaan US$ 21,4 miliar, sedangkan Michael Budi Hartono berada di posisi berikutnya dengan US$ 20,6 miliar.

Baca Juga: Harga Perak Hari Ini, Selasa 20 Januari 2025: Antam Pecah Rekor Tertinggi, Naik Tajam Dua Hari Beruntun

Strategi Investasi di Sektor Energi Terbarukan

Kenaikan kekayaan ini sejalan dengan manuver agresif Prajogo di pasar modal. Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ia baru saja memborong 1 juta lembar saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Aksi korporasi yang dilakukan pada 15 Januari 2026 tersebut mencakup tujuh kali transaksi dengan rentang harga Rp 9.525 hingga Rp 9.675 per lembar.

Langkah ini disebut murni sebagai investasi pribadi. Dengan tambahan tersebut, porsi kepemilikan sahamnya di BREN kini meningkat dari 0,104% (139,78 juta unit) menjadi 0,105% (140,78 juta unit).

Tak berhenti di situ, Prajogo juga menambah kepemilikannya di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak 3,5 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 6,55 miliar.

Jejak Karier Sang Raja Kayu ke Petrokimia

Baca Juga: Hore! Gaji Pensiunan PNS Janda Duda Februari 2026 Cair Awal Bulan, Ini Jadwal dan Rinciannya

Perjalanan bisnis Prajogo Pangestu dimulai dari industri kayu pada akhir 1970-an. Kesuksesannya mulai terlihat jelas saat ia membawa Barito Pacific Timber melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1993.

Transformasi bisnis besar-besaran dilakukan pada 2007. Perusahaan berubah nama menjadi Barito Pacific seiring dengan diversifikasi bisnis yang meninggalkan sektor kayu menuju industri petrokimia melalui akuisisi 70% saham Chandra Asri.

Gurita bisnisnya semakin kuat pada 2011 setelah Chandra Asri melakukan merger dengan Tri Polyta Indonesia, yang kemudian berhasil menarik minat Thaioil sebagai investor strategis. (*)

Editor : Almasrifah
#taipan #barito pacific #prajogo pangestu #korporasi #kekayaan