Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekspor Melemah, Laju Ekonomi Kaltim 2025 Tertahan di 4,35 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 23 Januari 2026 | 17:02 WIB

MELEMAH: Perlambatan ekonomi dipicu oleh tertahannya sektor pertambangan dan ekspor seiring melemahnya permintaan global.
MELEMAH: Perlambatan ekonomi dipicu oleh tertahannya sektor pertambangan dan ekspor seiring melemahnya permintaan global.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja ekonomi Kalimantan Timur pada 2025 tercatat mengalami moderasi dibandingkan tahun sebelumnya. Perlambatan tersebut terutama dipicu oleh tertahannya sektor pertambangan dan ekspor seiring melemahnya permintaan global terhadap komoditas unggulan daerah.

Bank Indonesia mencatat hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Kaltim berada di bawah rata-rata pertumbuhan regional Kalimantan. Meski demikian, secara pangsa, Kaltim masih menjadi provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar di kawasan Kalimantan.

Baca Juga: REI Kaltim Dorong Properti Ramah Lingkungan Lewat Sedekah Lingkungan

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur Budi Widihartanto menjelaskan, moderasi pertumbuhan ekonomi Kaltim tidak terlepas dari lesunya permintaan batu bara dari negara mitra dagang utama. Terjadi di tengah gejolak ekonomi global dan percepatan transisi energi menuju sumber energi terbarukan.

“Penyebab termoderasinya pertumbuhan ekonomi Kaltim utamanya ialah perlambatan sektor pertambangan dan ekspor seiring lesunya permintaan batu bara dari negara mitra dagang,” ujar Budi.

Selain sektor pertambangan, kinerja ekspor Kaltim juga tercatat mengalami perlambatan. Permintaan global terhadap komoditas utama seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) masih tertahan, sehingga menekan laju pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Baca Juga: Ketidakpastian Global Masih Tinggi, BI Kaltim Wanti-wanti Dampak ke Ekonomi Daerah

Meski demikian, sejumlah sektor lain justru menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan tumbuh relatif lebih tinggi dan mulai meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Kaltim. Pertumbuhan sektor-sektor tersebut menjadi penyangga di tengah tekanan pada sektor primer.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap terjaga seiring berlanjutnya berbagai kegiatan ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat, salah satunya didorong kenaikan upah minimum regional pada awal 2025.

Investasi swasta juga masih tumbuh positif, meski lajunya termoderasi akibat tertahannya belanja modal pemerintah. “Meski melambat, ekonomi Kaltim tetap unggul secara pangsa dan ditopang oleh sektor sekunder yang masih kuat,” pungkas Budi. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Ekonomi Kaltim #Ekspor Kaltim